Pesan Kapolda Sulbar di Ponpes Miftahul Jihad Tande, Majene

  • 6 Apr 2019
  • Majene
  • Sudirman Al Bukhori
  • 303
Gambar Pesan Kapolda Sulbar di Ponpes Miftahul Jihad Tande, Majene

Mapos, Majene – Kapolda Sulbar, Brigjen Pol Drs. Baharudin Djafar kembali melancarkan kegiatan safari kamtibmasnya di wilayah Kabupaten Majene. Dalam kesempatannya tersebut Kapolda kembali mengunjungi Pondok Pesantren Miftahul Jihad Tande pada acara silaturahim, Sabtu (6/4/2019).

Acara silaturahim ini turut dihadiri oleh Bupati Majene, Ketua DPRD Majene, Kapolres Majene, Dandim 1401 Majene, Tokoh Agama dan Masyarakat Tande beserta santri dan santriwati Ponpes Miftahul Jihad tande beserta tamu undangan lainnya.

Saat tiba di lokasi Pesantren, Kapolda Sulbar beserta rombongannya di sambut hangat oleh pimpinan Pesantren Miftahul Jihad Ustad Tamrin, S.Pd. I beserta tamu undangan lainnya.

Kegiatan silaturahim ini diawali dengan pembacaan doa yang dipandu langsung oleh Ustad Tamrin, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-qur’an dari perwakilan santri Ponpes Miftahul Jihad.

Acara Silaturahim ini mengangkat tema “Perkokoh Persaudaraan Demi Menjaga Kesatuan bLBangasa dan Negara Republik Indonesia”

Pimpinan Pesantren Miftahul Jihad, Ustad Tamrin dalam sambutannya mengucapkan terimakasih atas kunjungan dan kesempatan Kapolda Sulbar yang kedua kalinya. Disamping itu, pihaknya juga mengulas sejarah dan perjuangan hingga berdirinya Pondok Pesantren ini.

Program pendidikn inti pondok pesantren ini adalah Tahfizul Qur’an dan Bahasa Arab serta Inggris yang dirutinkan sehingga kemampuan ini menjadi kemampuan khusus para santri bahkan sudah ada beberapa santri yang telah menuai berbagai prestasi.

“Untuk program Dakwah, sistem yang digunakan adalah melakukan dakwah keluar dan mendidik ABH (anak bermasalah dengan hukum) guna memperbaiki mental melalui pendidikan agama,” tuturnya.

Selanjutnya persembahan puisi dari dari santriwati tentang “Rindu pada pemilu yang indah dan bersih” isinya menggetarkan hati rindu melihat masyarakat yang santun dan tidak anarkis menyikapi pemilu sorakan dan tepuk tanganpun datang dari seluruh tamu undangan.

Sementara itu, Bupati Majene, Fahmi Massiara dalam sambutannya mengucapkan apresiasi atas partisipasi seluruh masyarakat tande yang selama ini telah menjaga keamanan kamtibmas. Selain itu, pihaknya juga agar sinergitas ini terus dijaga.

Berbeda dengan sambutan sekaligus arahan Kapolda Sulbar, pihaknya menyebutkan dihadapan seluruh undangan, manusia itu diciptakan dari dua unsur yaitu Ruh dan Jasad dimana dari kedua unsur ini yang paling penting dan harus diperhatikan adalah Ruh.

Jadi suatu kekeliruan, istilah yang mengatakan “Mensana in Corpore Sano didalam tubuh yang kuat ada jiwa yang sehat” buktinya tahanan Polisi sehat-sehat ini membuktikan jiwanya yang sakit atau bermasalah.

Manusia itu mahluk paling mulia bahkan dibandingkan malaikat sekalipun asalkan ada iman, namun jika iman tidak ada maka kedudukan manusia akan lebih rendah dari hewan sekalipun.

“Hewan itu tidak akan pernah menikah dengan sejenisnya maksudnya laki dengan laki, tapi manusia tanpa iman laki dan lakipun bisa menikah (homo) begitupun perempuan dengan perempun (lesbi), nauzubillah,” tutur Kapolda.

Disamping itu, Kapolda juga menyampaikan dan mengharapkan agar seluruh masyarakat saling peduli dan harus terus melihat kebaikan saudara kita sehingga hidup ini lebih nyaman dan tercipta kerukunan.

“Ingat, diantara manusia yang paling bermanfaat adalah orang yang bermanfaat untuk orang lain, untuk kita harus saling mengajak kepada kebaikan dan mencegah kepada keburukan,” pesan Kapolda.

Selain itu, pihaknya juga mengharapkan agar masyarakat membina kerukunan di mulai dari keluarga khususnya istri dengan metode sekasur, sedapur dan sesumur, Inshaa Allah hubungan harmonis dalam keluarga akan terwujud.

Terkait dengan pelaksanaan pemilu 2019, yang hanya 5 tahun sekali jangan sampai hanya menuai kepentingan pribadi, hubungan kekeluargaan di korbankan. Sementara tujuan pemilu itu sendiri untuk mewujudkan negara berdaulat dan masyarakatnya sejahtera.

Tak hanya itu, Kapolda Sulbar juga menyebutkan Pendidikan dan Kesehatan di Sulbar masih kurang hal ini terlihat dari pendaftaran Polisi yang sementara berlangsung dimana stengah dari peserta yang mendaftar gugur di kesehatan.

Terkadang banyak peserta maupun orang tua saat mendaftarkan anaknya masuk Polisi menyiapkan uang bukan kesehatan maupun pendidikan yang diprioritaskan sehingga kebanyakan peserta gugur di dua bidang ini.

Seperti yang disampaikan Kabid Humas Polda Sulbar AKBP. HJ. Mashura Bahwa Kapolda menekankan masuk Polisi itu dipastikan gratis tanpa bayar-bayar.

“Jadi jangan pernah percaya pada calo yang menjanjikan kelulusan apalagi meminta sejumlah uang hingga ratusan juta,” tegasnya.

(usman)

Baca Juga