Mapos, Mamuju – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju mendorong penguatan pemilahan sampah sejak dari sumbernya, terutama di lingkungan rumah tangga dan perkantoran. Langkah ini menjadi salah satu upaya membangun kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mendukung terwujudnya Mamuju Bersih dan Keren.
Dorongan tersebut disampaikan Bupati Mamuju yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Mamuju, Muhammad Jufri Badau, saat memberikan arahan dalam apel bersama sebelum pelaksanaan aksi bersih memperingati World Cleanup Day ,Jumat, 23 Oktober 2026.
Jufri mengatakan, pengelolaan sampah perlu dimulai dari tempat sampah itu berasal, yakni dari rumah tangga maupun lingkungan perkantoran. Karena itu, pemilahan sampah diharapkan menjadi kebiasaan yang dilakukan masyarakat, termasuk aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemkab Mamuju.
“Dalam waktu dekat kami Pemkab Mamuju telah menginstruksikan pemilahan sampah dari hulunya. Hulunya itu adalah sumber tumpukan sampah itu terjadi, yaitu di tingkat rumah tangga,” ujarnya.
Menurutnya, pemilahan sampah dari sumbernya menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan. Dengan demikian, penanganan sampah tidak hanya mengandalkan kegiatan pengangkutan dan pembersihan di tempat sampah menumpuk, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat sejak awal.
Penyampaian tersebut sejalan dengan pelaksanaan aksi bersih yang digelar Pemkab Mamuju di sepanjang Jalan Arteri Mamuju hingga kawasan Pantai Manakarra. Kegiatan ini melibatkan sekitar 1.000 peserta dari berbagai unsur, mulai dari Perangkat Daerah, ASN, TNI-Polri, Pelajar tingkat SMP dan SMA, hingga Komunitas Pencinta Lingkungan.
Kepala Dinas Lingkungan dan Kebersihan (DLHK) Mamuju, Alwinuddin, mengatakan kegiatan diawali dengan apel bersama dan pengarahan, kemudian dilanjutkan aksi memungut, memilah, dan mengangkut sampah.
Menurutnya, sampah yang terkumpul diperkirakan mencapai sekitar satu ton dengan dukungan dua truk pengangkut. Namun, saat diwawancarai, angka tersebut masih berupa perkiraan karena hasil penimbangan belum diketahui secara pasti.
“Kurang lebih satu ton. Tadi ada dua truk yang mengangkut sampah,” katanya.
Alwinuddin menjelaskan, sampah yang terkumpul tidak seluruhnya dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA). Sampah plastik dan jenis anorganik yang masih dapat didaur ulang dipisahkan, ditimbang, lalu dibawa ke bank sampah untuk diproses lebih lanjut. Sementara sampah residu yang tidak dapat didaur ulang diangkut ke TPA.
Dalam kegiatan tersebut, DLHK juga menyoroti kondisi kebersihan kawasan pesisir di sepanjang Jalan Arteri. Alwinuddin menyebut sampah paling banyak ditemukan di sekitar pantai dan mengimbau pelaku usaha yang beraktivitas di kawasan tersebut agar tidak membuang sampah sembarangan.
Ia mengatakan, tempat sampah telah disediakan di sepanjang Jalan Arteri dan pengangkutan sampah dilakukan setiap hari. Karena itu, masyarakat dan pelaku usaha diminta memanfaatkan fasilitas yang tersedia untuk menjaga kebersihan kawasan.
“Jangan membuang sampah di sembarang tempat. Mari kita menjaga kebersihan daerah kita agar senantiasa bersih,” imbaunya.
Melalui momentum World Cleanup Day, Pemkab Mamuju mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Upaya tersebut diharapkan tidak berhenti pada aksi bersih sesaat, tetapi berlanjut melalui kebiasaan memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah masing-masing.
(*)






