Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majene, Hj Yuliani bersama, Wakil Bupati Majene, Andi Ritamariani dan Komisi III DPRD Majene tengah Melakukan Tiru Kaji ke BBKK Sulsel di Makassar. Foto; Ist
Mapos, Majene — Kabar gembira bagi masyarakat Kabupaten Majene. Pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan mulai menyiapkan langkah untuk menghadirkan layanan Karantina Kesejayan di daerah ini.
Gagasan tersebut menjadi salah satu terobosan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majene, Hj Yuliani dalam memperkuat pelayanan kesehatan sekaligus mengantisipasi kemungkinan terjadinya kedaruratan kesehatan masyarakat.
Untuk mematangkan rencana tersebut, Yuliani bersama Wakil Bupati Majene, Andi Ritamariani Basharoe, Ketua Komisi III DPRD Majene, Jasman serta anggota Komisi III lainnya melakukan kaji tiru ke Balai Besar Karantina Kesehatan (BBKK) Sulawesi Selatan di Makassar.
Yuliani mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat layanan dan sistem kekarantinaan kesehatan, khususnya di wilayah Sulawesi Barat dan Kabupaten Majene.
“Studi tiru ini merupakan persiapan kita dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan serta fasilitas karantina kesehatan yang sementara kita rintis,” ungkap Yuliani, Jumat (23/10/2026).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majene, Hj Yuliani (kiri).
Menurutnya, keberadaan karantina kesehatan nantinya akan memberikan kemampuan kepada Kabupaten Majene untuk melakukan tindakan awal apabila terjadi ancaman kedaruratan kesehatan masyarakat.
Salah satu bentuk layanan yang disiapkan adalah karantina rumah dan rumah sakit yakni berupa isolasi mandiri atau penempatan khusus terhadap individu maupun kelompok yang diduga terpapar penyakit menular berbahaya, sehingga risiko penyebarannya kepada masyarakat luas dapat ditekan.
“Seperti Karantina Rumah dan Rumah Sakit, yang artinya kita lakukan isolasi mandiri atau penempatan khusus bagi individu atau sekelompok orang yang diduga terpapar penyakit menular berbahaya agar tidak menyebar ke masyarakat luas,” jelasnya.
Tak hanya itu. Dinas Kesehatan Majene juga tengah mempersiapkan layanan vaksinasi bagi masyarakat yang hendak melakukan perjalanan ke luar negeri.
Dengan adanya layanan tersebut, masyarakat Majene nantinya tidak perlu lagi harus bepergian ke Mamuju maupun Makassar hanya untuk mendapatkan vaksinasi tertentu, termasuk vaksin meningitis bagi pelaku perjalanan yang membutuhkannya.
“Jadi tidak perlu lagi kita ke Mamuju atau Makassar untuk vaksin meningitis, misalnya,” terang Yuliani.
Ia berharap hasil kaji tiru ke BBKK Sulawesi Selatan tersebut dapat menjadi referensi sekaligus acuan bagi Pemerintah Kabupaten Majene dalam mempersiapkan pendirian layanan Karantina Kesehatan.
Bagi Majene, kehadiran layanan tersebut bukan sekadar menambah fasilitas kesehatan. Lebih dari itu, karantina kesehatan diharapkan menjadi bagian dari sistem kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi ancaman penyakit menular dan kedaruratan kesehatan masyarakat.