Mapos, Mamuju – Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi Sulawesi Barat menerima laporan dari Pusdalops BPBD Kabupaten Majene terkait kejadian kebakaran lahan di Lingkungan Galung Barat, Kelurahan Galung, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, pada Kamis, 15 Oktober 2026, sekitar pukul 11.00 WITA.
Kebakaran tersebut menghanguskan lahan seluas kurang lebih 2 hektare. Berdasarkan laporan yang diterima, api telah berhasil dipadamkan dan kondisi di lokasi kejadian dinyatakan terkendali. Tidak terdapat laporan korban jiwa maupun korban luka-luka akibat peristiwa tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah, menyampaikan bahwa Pusdalops BPBD Sulbar terus memantau perkembangan kejadian kebakaran lahan di wilayah kabupaten melalui koordinasi dan pertukaran informasi dengan Pusdalops BPBD kabupaten.
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya kesiapsiagaan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sesuai arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, agar koordinasi penanggulangan bencana terus diperkuat serta upaya pencegahan dan perlindungan masyarakat dilaksanakan secara optimal.
Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Kabupaten Majene, kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembakaran di sekitar lokasi yang menyebabkan api merambat dan membakar area lahan. Pada saat kejadian, kondisi cuaca dilaporkan cerah berawan sehingga kewaspadaan terhadap potensi penjalaran api tetap diperlukan.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Majene bersama Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Majene mengerahkan dua unit armada pemadam kebakaran dengan dukungan 15 personel. Petugas melakukan pemadaman untuk mengendalikan api dan mencegah penjalaran ke area lahan di sekitarnya.
Aparat setempat juga telah menyampaikan laporan kejadian kepada BPBD Kabupaten Majene sebagai bagian dari koordinasi penanganan bencana. Berdasarkan perkembangan terakhir yang diterima, api telah padam dan tidak ada laporan korban jiwa.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Barat menegaskan bahwa kejadian ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, khususnya pada periode cuaca yang dapat mendukung penyebaran api.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Api yang awalnya kecil dapat merambat dengan cepat dan menyebabkan kerusakan lingkungan yang lebih luas. Apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani secepat mungkin,” ujar Yasir Fattah.
BPBD Sulawesi Barat melalui Pusdalops akan terus memperkuat pemantauan informasi kejadian dan koordinasi dengan BPBD kabupaten serta unsur pemadam kebakaran. Upaya ini diharapkan dapat mendukung respons cepat terhadap kejadian kebakaran sekaligus meminimalkan dampak yang ditimbulkan.
(*)






