Masyarakat Desa Sampaga Mengeluh Kurangnya Persediaan Pupuk ke Ketua DPRD Sulbar

0
121

Mapos, Mamuju – Memasuki Masa Sidang tahun 2020/2021, Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat Hj. Suraidah Suhardi., SE. M.Si melakukan reses dan temu konstituen di Dusun Dato’, Desa Sampaga Kecamatan Sampaga Kabupaten Mamuju Selasa, (01/06/2021).

Hadir dalam acara Reses tersebut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mamuju, H. Syamsuddin Hatta,SE darifraksi Partai Demokrat, Camat Sampaga Hannang Syah. Spdi. MSi, pelaksana tugas Kepala Desa Sampaga Suherman, para kepala dusun, pengurus kelompok tani petani Keren, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh perempuan.

Dalam reses tersebut, Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat Pa sangat bersemangat mendengarkan aspirasi yang dikemukakan warga masyarakat Desa Sampaga. Pada sesi tanya jawab, salah seorang yang mewakili petani Keren mengeluhkan kondisi kelangkaan pupuk pada musim tanam tahun ini.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

Selain langkanya pupuk di Kecamatan Sampaga, masyarakat pun mengeluhkan pembangunan infrastruktur. Seperti pembangunan talud sungai yang mengancam perumahan nelayan, jalan tani dan pendidikan mulai dari PAUD sampai ke SMP.

Para petani berharap kepada Ketua DPRD Sulbar agar bisa mencarikan solusi agar ada penambahan kuota pupuk untuk subsidi. Tahun ini kata dia ada keterlambatan pupuk sampai ke petani.

“Di Desa Sampaga para petani sangat memerlukan pupuk. Karena pupuk merupakan salah satu kendala bagi para petani,” ungkapnya.

Masalah lain yang dimunculkan adalah obyek wisata pantai yang ada di dusun dato’. Salah satunya adalah obyek wisata yang memerlukan pembenahan dan pengembangan. Jika itu dikembangkan katanya, bisa menjadi destinasi wisata pantai baru dan merupakan sumber PAD bagi Kecamatan Sampaga khususnya Desa sampaga.

Menanggapi keluhan dan permintaan para petani, Ketua DPRD, Hj. ST. Suraidah Suhardi. berjanji akan menyuarakan reses ini di sidang pleno nantinya. Begitu juga dengan usulan mengenai kelangkaan pupuk, hal ini juga kami akan sampaikan ke pusat agar hal ini jangan di kurangi jatah pupuknya karena masyarakat di kecamatan sampaga mayoritas petani dan perikanan.

“Insya Allah masukan ini kami catat dan kami akan suarakan kepada Gubernur Sulbar agar semua aspirasi masyarakat dapat di anggar oleh pemerintah provinsi sulbar,” ujarnya.

Reses ini berjalan tertib aman dan sukses dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

(texan yosafat)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.