Mapos, Majene — Ancaman banjir di kawasan Jalan Trans Sulawesi, tepatnya di depan SPBU Lembang, Kelurahan Lembang, Kecamatan Banggae Timur, menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Majene.
Merespons keluhan warga yang kerap terdampak genangan saat hujan deras, Pemkab Majene melalui Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melakukan normalisasi sekaligus rehabilitasi saluran drainase sepanjang 370 meter.
Pekerjaan tersebut mencakup jalur drainase dari kawasan Jalan Trans Sulawesi menuju Lingkungan Barena, Kelurahan Baurung, Kecamatan Banggae Timur.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Majene, Amiruddin, kepada Mapos, Kamis (5/11/2026), mengatakan, normalisasi dan rehabilitasi drainase tersebut dilakukan sebagai salah satu langkah mengantisipasi banjir yang selama ini kerap terjadi di kawasan tersebut.
Menurutnya, persoalan utama yang menyebabkan genangan saat curah hujan tinggi adalah kondisi saluran pembuangan menuju pesisir pantai Barane yang sebagian telah mengalami kerusakan dan dipenuhi sedimentasi.
“Ketika intensitas hujan cukup tinggi, air tidak dapat mengalir dengan lancar. Kendalanya, saluran buang menuju tepi pantai Barane sudah banyak yang rusak dan dipenuhi sedimen,” jelasnya.
Melalui pekerjaan tersebut, diharapkan kapasitas aliran drainase kembali optimal sehingga air hujan dapat mengalir menuju saluran pembuangan dan risiko genangan maupun banjir di kawasan Lembang dan sekitarnya dapat diminimalkan.
Namun, efektivitas penanganan ini tentu tidak hanya bergantung pada normalisasi saluran sepanjang 370 meter. Kondisi saluran pembuangan hingga ke muara juga perlu mendapat perhatian agar persoalan banjir tidak kembali berulang setiap musim hujan.
(*)






