Mapos, Mamuju – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sulawesi Barat mematangkan rencana program pengembangan generasi muda yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memiliki karakter, integritas, kedisiplinan, serta kepedulian sosial.
Persiapan program ini dilakukan melalui kolaborasi lintas perangkat daerah dan instansi terkait agar pelaksanaannya terintegrasi, efisien, dan efektif dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di Sulawesi Barat.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter, sejalan dengan Panca Daya Ketiga Gubernur Sulawesi Barat, Dr. H. Suhardi Duka, M.M., yang menitikberatkan pada penguatan kualitas sumber daya manusia.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulawesi Barat pada 2025 mencapai 71,16, meningkat dari 70,46 pada 2024. Meski menunjukkan kemajuan, peningkatan kualitas sumber daya manusia masih membutuhkan perhatian berkelanjutan, terutama dalam memperkuat partisipasi dan keberlanjutan pendidikan pada setiap jenjang.
Data BPS tahun 2025 mencatat Angka Partisipasi Murni (APM) Sulawesi Barat sebesar 95,99 persen pada jenjang SD/MI, 75,49 persen pada SMP/MTs, dan 60,89 persen pada SMA/SMK/MA. Perbedaan capaian tersebut menunjukkan pentingnya upaya berkelanjutan untuk mendukung keberlanjutan pendidikan sekaligus memperkuat kompetensi, karakter, dan daya saing generasi muda sebagai bagian dari pembangunan manusia di Sulawesi Barat.
Rencana program pengembangan generasi muda tahun 2027 tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Kepala Bapperida Sulbar, Drs. Amujib, M.M., di ruang rapat Kantor Bapperida Sulbar, Selasa (27/10/2026). Rapat tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Sulbar serta perwakilan perangkat daerah dan instansi terkait.
Amujib menjelaskan, gagasan program ini berangkat dari riset sederhana terhadap berbagai persoalan sosial yang dihadapi kalangan remaja. Hasil identifikasi tersebut kemudian menjadi dasar untuk merancang inovasi yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan pengembangan generasi muda.
“Program ini berawal dari riset sederhana terhadap berbagai persoalan sosial yang dihadapi kalangan remaja. Dari hasil identifikasi tersebut, kami mencoba merancang sebuah inovasi yang dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan di lapangan. Karena itu, program ini dirancang secara kolaboratif dan integratif, dengan melibatkan berbagai pihak sesuai peran masing-masing. Dengan pendekatan ini, pemanfaatan sumber daya diharapkan lebih efisien dan pelaksanaannya lebih efektif dalam mencapai tujuan,” kata Amujib.
Dalam rapat tersebut, pembahasan difokuskan pada pematangan konsep program, penyusunan kurikulum dan materi pembelajaran, mekanisme seleksi dan penilaian peserta, penyediaan fasilitator, pemanfaatan teknologi informasi, serta pembagian peran antarinstansi. Seluruh aspek ini disiapkan secara bersama agar program dapat berjalan terarah, menghindari tumpang tindih kegiatan, dan memberikan manfaat nyata bagi pengembangan kapasitas generasi muda.
Menurut Amujib, pengembangan generasi muda membutuhkan dukungan lintas sektor karena pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik. Penguatan karakter, nilai moral, keterampilan hidup, kesehatan, kepemimpinan, dan kemampuan beradaptasi juga perlu menjadi bagian dari proses pembinaan.
Pendekatan tersebut sejalan dengan arah pembangunan Gubernur Suhardi Duka melalui Panca Daya, yang mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia serta tata kelola pemerintahan yang semakin baik. Oleh karena itu, program ini diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan pembelajaran, tetapi juga menjadi bagian dari investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi muda yang mampu menghadapi tantangan dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Dalam pembahasan, pengembangan kapasitas peserta diarahkan pada sejumlah aspek, meliputi kemampuan intelektual dan literasi, kepemimpinan dan komunikasi, riset dan inovasi, karakter dan etika, pemahaman budaya lokal, serta kemampuan berinisiatif dan menjadi pelopor di lingkungan masing-masing. Penguatan aspek-aspek tersebut diharapkan dapat membantu generasi muda mengenali dan mengembangkan potensi diri, sekaligus menumbuhkan tanggung jawab sosial.
Pemanfaatan teknologi informasi juga menjadi bagian penting dalam perencanaan program.
“Dukungan sistem pembelajaran digital diharapkan memudahkan penyampaian materi, koordinasi fasilitator, pemantauan perkembangan peserta, serta dokumentasi hasil pembelajaran. Dengan demikian, meski dilaksanakan jarak jauh, proses pembinaan dapat berlangsung lebih terstruktur dan mudah dievaluasi.”
Rapat turut membahas rencana seleksi peserta dan pelaksanaan pembinaan secara berkala, termasuk kemungkinan pemberian apresiasi dan dukungan pengembangan lanjutan bagi peserta yang menunjukkan potensi serta capaian terbaik. Mekanisme, kriteria penilaian, dan bentuk dukungan tersebut masih akan dimatangkan bersama agar pelaksanaannya objektif, tepat sasaran, dan sesuai dengan kemampuan daerah.
Untuk memastikan program berjalan secara terpadu, setiap perangkat daerah diharapkan berkontribusi sesuai tugas dan kewenangannya. Pembagian peran yang jelas diperlukan untuk mengoptimalkan sumber daya, mencegah duplikasi kegiatan, menyelaraskan pelaksanaan, serta memastikan hasil program dapat diukur dan dievaluasi.
Melalui persiapan ini, Bapperida Sulbar mendorong penerapan prinsip kolaboratif, integratif, efisien, dan efektif dalam pengembangan sumber daya manusia. Kolaborasi menyatukan keahlian dan dukungan berbagai pihak, integrasi memastikan setiap kegiatan saling melengkapi, sedangkan efisiensi dan efektivitas mengarahkan penggunaan anggaran, waktu, dan tenaga agar memberikan hasil yang optimal.
Dengan perencanaan yang matang dan dukungan lintas perangkat daerah, program pengembangan generasi muda tahun 2027 diharapkan menjadi salah satu langkah berkelanjutan dalam mendukung terwujudnya Sulawesi Barat yang maju dan sejahtera melalui Panca Daya Gubernur Suhardi Duka. Lebih dari sekadar meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, program ini diharapkan turut membentuk generasi muda yang berintegritas, berkarakter, berdaya saing, dan siap mengambil peran dalam pembangunan daerah.
(*)






