Warga Dusun Mesakada Ini Butuh Penerangan

0
78

Mapos, Mamuju – Anak dan cucu tinggal bersama neneknya hidup di gubuk derita di Dusun Mesakada Desa Salukayu I Kecamatan Papalang Kabupaten Mamuju.

Walaupun peringatan hari kemerdakaan Repubik Indonesia yang dirayakan tanggal 17 Agustus sudah berlalu, tentu membuat suatu kesenangan dan kebahagian yang dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di republik ini. Namun tidak dengan masyarakat yang memang sangat miskin yang tidak berdaya di tengah himpitan ekonomi karena beban hidup begitu berat.

Seperti yang dirasakan oleh kakek Yakub (59). Dia tinggal di Dusun Mesakada. Meskipun usianya sudah uzur, namun nenek ini masih menjadi tulang punggung keluarga untuk menghidupi anak dan cucunya. Seperti pengakuannya saat ditemui Mapos, Selasa (24/08/2021).

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

Dari keterangan kakek Yakub, dia adalah seorang duda ditinggal mati oleh istrinya. Sedangkan anak perempuannya Ani, seorang janda yang di tinggal pergi oleh suaminya dan mempunyai seorang putra. Kini anak dan cucunya tinggal bersama di gubuk.

Ani yang sejak kecil hidup apa adanya tanpa pernah menuntut. Kemerdekaan dan kebahagiaan yang seharusnya dirasakan oleh ketiganya, hanya menjadi mimpi dan harapan yang semu. Sedang cucunya yang bernama Gabriel yang sering dipanggil Biem kini duduk di bangku sekolah SD negeri Mesakada.

Anak dan cucunya lebih memilih hidup bersama kakeknya. Dan kadang-kadang mereka ikut membantu sang kakek sebagai kuli harian di kebun milik orang untuk penopang hidup di tengah pandemi ini.

Yakub masih tegar berdoa untuk cucunya agar bisa menempuh pendidikan. Dia dan anaknya pun berharap uluran tangan dermawan untuk membantu mendapatkan penerangan atau listrik untuk dipakai belajar oleh cucunya.

Meskipun usianya memang tak lagi muda, tenaganya pun tak sekuat dulu lagi. Yakub dan anak perempuannya, masih bisa menjadi buruh harian dikebun milik orang dengan upah Rp10 ribu per jam.

Mereka harus merasakan kerasnya hidup karena keterbatasan ekonomi yang semakin hari semakin sulit. Ketiganya tinggal di rumah yang kondisinya sungguh tidak layak huni. Kamar tidur berlantai tanah yang di alas dengan beberapa papan untuk di tempati tidur serta beralaskan tikar robek dan sejumlah peralatan dapur seadanya serta pakaian yang lusuh.

Jika tidak ada pekerjaan atau belum mendapat upah, Yakub makan pisang dan ubi rebus untuk bertahan hidup.

(texan yosafat)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.