Seorang Warga Polman Berstatus ODP Meninggal Dunia

  • 28 Mar 2020
  • Polewali
  • R Fajar Soenoe
  • 779
Gambar Seorang Warga Polman Berstatus ODP Meninggal Dunia

Mapos, Polman — Salah seorang warga Kabupaten Polman, Provinsi Sulbar berusia 49 tahun yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid 19, Jum’at 27 Maret 2020, pukul 11.30 Wita kemarin dinyatakan meninggal dunia di rumahnya.

Dari hasil koordinasi yang dilakukan jajaran kepolisian setempat menyebutkan, diperoleh informasi dari salah seorang dokter yang memeriksa almarhum Rabu 18 Maret 2020, diperoleh keterangan medis, bahwa B mengalami riwayat penyakit jantung dan mengeluh batuk pada malam hari, sering sesak, radang tenggorokan dan suhu badan 37 derajat celcius yang mana belum masuk kategori demam karena di bawah 38 derajat celcius.

Selanjutnya, Kamis 19 Maret 2020 petugas medis setempat bersama Iptu Sukirno dan Bripka Sirajuddin melakukan pemantauan dan pemeriksaan terhadap ODP Covid 19 itu.

Hasilnya, dilaporkan bahwa pasien sudah membaik, namun masih mengalami keluhan seperti batuk dan sesak, tapi belum termasuk gejala Covid 19, hanya petugas Puskesmas setempat yang memberlakukan pengawasan terhadap warga yang baru pulang dari Malaysia itu.

Saat dimintai keterangan oleh petugas, Kamis 19 Maret 2020, B yang berprofesi sebagai petani mengaku, Ia berangkat dari Malaysia 13 Maret 2020 dan tiba di Polman 15 Maret 2020 dan bersedia mengikuti petunjuk dari petugas kesehatan untuk menjalani masa isolasi di rumah selama 14 hari dan tidak akan melakukan aktifitas serta bersentuhan langsung dengan siapapun.

Kepala Dinas Kesehatan Polman, Suaib Nawawi yang dikonfirmasi terpisah menyebut, tidak ada alasan untuk mengatakan bahwa B meninggal dunia akibat virus korona.

“Sebab yang bersangkutan belum pernah dilakukan pemeriksaan swab. Bisa saja seorang ODP meninggal karena penyakit yang sudah diderita sebelum dia berstatus sebagai ODP,” kata Suaib, Juma’t malam.

Suaib membeberkan, dokter umum di Puskesmas yang menangani pasien sebelum meninggal dunia telah melaporkan dan berkonsultasi ke dokter interna dan dokter paru di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Polewali.

Namun, petunjuk yang didapatkan, yang bersangkutan cukup menjalani isolasi mandiri.

“Petunjuk dari dokter bahwa cukup dilakukan isolasi mandiri. Artinya, dia tetap masih berstatus ODP,” kata Suaib yang juga Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Polewali Mandar.

Lebih jauh dikatakan, sebelum dokter rumah sakit minta untuk segera melakukan rujukan ke RSUD, maka yang bersangkutan belum bisa berubah status menjadi Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

“Kalau dia sudah dirujuk, barulah statusnya berubah dari ODP menjadi PDP,” pungkasnya. 

Hingga berita ini tayang, aparat terkait masih terus melakukan pemantauan pada rumah almarhum untuk berjaga-jaga dan mengimbau masyarakat setempat agar tetap waspada sebab bisa saja almarhum terinfeksi korona.

(**)