Mengais Rejeki Ditengah Pandemi

0
62

Mapos – KEADAAN yang serba membatasi melahirkan berbagai macam cara untuk bisa bertahan. Pola yang dipakai sudah pasti dengan memakai teori ekonomi makro. Mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya, dengan modal sekecil-kecilnya.

Di ibukota Sulawesi Barat, Mamuju, akhir-akhir ini makin marak berbagai usaha online. Yang paling banyak adalah kuliner dan obat-obatan herbal.

Makanan yang dijual pun variatif dan kreatif. Tidak seperti jajanan pasar atau makanan lain yang sering dijumpai di penjual umumnya.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

Di tengah jalanan yang sunyi di kota Mamuju, Mapos mencoba menelusuri pernak pernik selancar kuliner online ini. Sebab salah satu keunikan usaha ini, konsumen bisa berdiskusi terkait makanan yang dipesan.

Salah satu WAG lapak online

Misalnya, pisang goreng. Konsumen bisa memesan jenisnya, seperti pisang kipas yang diolesi susu, coklat, mentega, keju atau apa saja. Penjual pun bisa mengajukan permintaan khusus pada pembeli. Misalnya, ditambah kismis, meses atau lainnya.

Salah seorang pelaku usaha online Nurleila, mengaku, baru beberapa bulan menekuni usaha ini.

“Awalnya sekedar saja, hanya mengisi waktu yang banyak kosong. Tapi ternyata lumayan keuntungannya. Sedikit, tapi banyak. Maksud saya, sedikit saja keuntungan dari tiap makanan yang dijual, tapi banyak yang pesan,” tuturnya sumringah, Minggu (29/08/2021).

Usaha ini ternyata tidak membutuhkan biaya publikasi, perijinan, tempat khusus ataupun lainnya. Cukup di rmh saja.

“Sebab rata2 konsumennya anggota WA. Para anggotanya kemudian memberi informasi ke teman-temannya di group yang lain,” katanya

Terkait kebersihan, dia menjamin 90 persen bersih. Sebab semua bahan dan kemasan diperhatikan higienisnya dengan seksama.

Seperti pelaku usaha lainnya, Nurlaila pun memberlakuka prokes dan 5M untuk para pekerja yang rata-rata keluarganya sendiri. Usahanya bahkan sudah bisa menyelamatkan keluarganya yang terkena pemutusan hubungan kerja dari perusahaan.

“Soal kebersihan, saya berlakukan dengan sangat ketat. Pun untuk pengantaran, wajib pakai masker,” tuturnya.

Dari pantauan di lapangan, ternyata memang banyak WAG serupa dari berbagai komunitas masyarakat. Berbagai penawaran dishare di group itu dan tidak sedikit yang merespon.

(*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.