Kapolda Sulbar Berikan Ucapan Selamat HUT PWI. Ini Videonya

Mapos, Mamuju – Kapolda Sulbar, Brigjen. Pol. Baharuddin Djafar, memberikan ucapan selamat pada PWI ke-72. Seluruh anggota PWI se Indonesia saat ini berkumpul di Padang Sumatera Barat, untuk merefleksinya. HUT PWI, bertepatan dengan Hari Pers Nasional (HPN).

Kapolda Sulbar, Brigjen Baharuddin Djafar

HPN tahun ini istimewa. Karena di kota Padang inilah 40 tahun lalu dicetuskan pertama kali gagasan menjadikan HUT PWI 9 Februari sebagai Hari Pers Nasional. Gagasan itu menjadi salah satu keputusan penting Kongres PWI ke 28 di Padang pada tahun 1978.

Gagasan itu kemudian disetujui dalam Sidang Dewan Pers ke 21 di Bandung pada tahun 1981 untuk diajukan ke pemerintah. Empat tahun kemudian terbitlah Keputusan Presiden nomor 5 tertanggal 23 Januari tahun 1985 yang mengabadikan kelahiran PWI sebagai Hari Pers Nasional.

Penetapan pemerintah tentu dimaksudkan untuk menghormati para tokoh pers kala itu yang berhasil menyatukan puluhan organisasi pers ke dalam satu wadah tunggal bernama PWI. Kongres berlangsung tanggal 9 dan 10 Februari 1946 di Solo. Sidang hari pertama, tepat pukul 11 malam peserta permusyawaratan sepakat membentuk perhimpunan dengan nama Persatuan Wartawan Indonesia. Hari kedua, terpilihlah RM Soemanang Soeriowinoto sebagai ketua PWI pertama. Tokoh pers Nasional H. Rosihan Anwar dan Manai Sophiaan yang harus menempuh 35 hari perjalanan naik perahu dari Makassar juga tercatat menjadi peserta dalam peristiwa bersejarah tersebut.

PWI kini sudah menginjak usia 72 tahun. Sebagai organisasi wartawan tertua, PWI telah mencicipi pelbagai pengalaman manis dan pahit melebihi organisasi wartawan mana pun di Indonesia. Sejak revolusi kemerdekaan, Orde Lama, Orde Baru hingga era reformasi sekarang. Jatuh bangun kehidupan bangsa bagian yang juga dilalui PWI.

Presiden RI Jokowi pun akan menyaksikan penganugerahan sejumlah penghargaan dari komunitas pers nasional. Di antaranya, penghargaan khusus untuk tiga tokoh Legenda Pers Nasional berasal dari Tanah Minang. Yaitu, Alm Djamaludin Adi Negoro alias Datuak Maradjo Sutan, Alm Rosihan Anwar dan Almh Rohana Koedoes.

Penghargaan tertinggi PWI Pena Emas kepada Gubernur Jawa Timur, DR Soekarwo dan Bupati Tabalong, Kalsel, Drs Anang Syakhfiani, M.Si. Penghargaan Pengabdian Seumur Hidup untuk wartawan senior Fikri Jufri, Pengabdian Seumur Hidup Bidang Pers untuk masing-masing untuk Harjoko Trisnadi dan Bernard Soedarmara.

Ada pula penghargaan Kepeloporan Bidang Media, di samping penyerahan Hadiah Adi Negoro kepada karya jurnalistik terbaik yang rutin dipersembahkan setiap tahun.

 

http://https://www.youtube.com/watch?v=x4n6MkFRiIQ&feature=youtu.be

 

(herman)

error: Maaf... ! Web ini di Protek yaaa...