Mapos, Mamuju – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat akan menggelar Zikir dan Doa Kebangsaan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 12 Agustus 2026, di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Barat. Zikir dan doa kebangsaan menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI sekaligus momentum untuk memperkuat rasa syukur, persatuan dan semangat kebangsaan.
Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dijadwalkan hadir bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan dan anggota DPRD Sulawesi Barat, pimpinan lembaga vertikal, kepala OPD, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama serta tokoh masyarakat.
Kegiatan zikir dan doa akan dipimpin sejumlah ulama dan tokoh agama Sulawesi Barat, yakni KH. Sibly Sahabuddin, Lc., KH. Namru Asdar, S.Ag., Drs. KH. Yading Syarif, M.Si., Drs. KH. M. Dahri, M.Si., dan KH. Syamsumarlin, Lc.
Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka mengatakan, peringatan kemerdekaan tidak seharusnya hanya diisi dengan kegiatan seremonial. Menurutnya, momentum HUT Kemerdekaan juga penting dimaknai dengan rasa syukur dan doa untuk keselamatan serta keberkahan bangsa dan daerah.
“Zikir dan doa kebangsaan ini merupakan bentuk rasa syukur kita atas kemerdekaan yang telah diwariskan oleh para pejuang bangsa. Kita ingin memperingati kemerdekaan tidak hanya dengan kegiatan yang bersifat seremonial, tetapi juga dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujar Suhardi Duka.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan seluruh elemen daerah.
Menurut Suhardi Duka, sinergi antara pemerintah, Forkopimda, lembaga vertikal, tokoh agama, tokoh masyarakat dan organisasi kemasyarakatan menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas dan mendukung pembangunan Sulawesi Barat.
Sementara itu, Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sulbar, Murdanil, selaku Sekretaris Panitia HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Provinsi Sulawesi Barat, mengatakan zikir dan doa kebangsaan merupakan bagian dari rangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan yang telah dipersiapkan panitia.
“Zikir dan Doa Kebangsaan ini kita laksanakan sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat kemerdekaan sekaligus ikhtiar spiritual untuk mendoakan bangsa dan daerah kita,” kata Murdanil.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur strategis daerah sebagai bentuk kebersamaan dalam memperingati kemerdekaan.
Murdanil berharap, doa bersama para ulama dapat menjadi ikhtiar batin untuk menjaga Sulawesi Barat tetap aman, damai dan kondusif.
“Setelah 81 tahun Indonesia merdeka, tugas kita adalah mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata, menjaga persatuan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Zikir dan Doa Kebangsaan diharapkan menjadi momentum refleksi sekaligus memperkuat nilai religiusitas, persatuan, gotong royong dan semangat kebangsaan dalam mengisi kemerdekaan serta melanjutkan pembangunan di Sulawesi Barat.
(*)






