Mapos, Mamuju – Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos P3A dan PMD) Provinsi Sulawesi Barat menggelar pertemuan bersama pengurus Forum Taruna Siaga Bencana (Tagana) Sulbar, Rabu 28 Januari 2026.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana dialogis dan penuh semangat kebersamaan. Agenda utama pertemuan ini adalah membahas eksistensi dan peran strategis Tagana ke depan dalam mendukung penanganan kebencanaan dan kesiapsiagaan sosial di Sulawesi Barat.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai tantangan yang dihadapi Tagana, mulai dari penguatan kapasitas sumber daya manusia, koordinasi lintas sektor, hingga optimalisasi peran Tagana di tingkat daerah. Selain itu, pertemuan ini juga menjadi wadah untuk menyerap aspirasi serta masukan dari pengurus Forum Tagana Sulbar terkait pengembangan organisasi dan peningkatan peran relawan kebencanaan untuk mendukung Visi Misi Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, bersama Wakilnya, Salim S. Mengga, terkait ‘pengentasan kemiskinan dan perlindungan sosial’.
Kadinsos P3A dan PMD Sulbar, Darmawati, menegaskan bahwa Tagana memiliki peran yang sangat penting sebagai garda terdepan dalam penanganan bencana berbasis masyarakat.
“Tagana adalah ujung tombak Dinas Sosial P3A dan PMD dalam penanganan bencana. Keberadaan dan eksistensinya harus terus kita perkuat agar mampu merespons situasi darurat secara cepat, tepat, dan humanis,” ujar Darmawati.
Ia menambahkan bahwa pemerintah provinsi berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kapasitas dan soliditas Tagana di Sulawesi Barat.
“Ke depan, kami berharap Tagana tidak hanya hadir saat bencana terjadi, tetapi juga aktif dalam edukasi, mitigasi, dan kesiapsiagaan masyarakat,” tambahnya.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat koordinasi dan keberlanjutan peran Tagana sebagai relawan sosial yang tangguh, responsif, dan berdaya saing dalam menghadapi tantangan kebencanaan di Sulawesi Barat ke depan.
(*)






