Data Sementara Gempa Sulbar, 105 Orang Meninggal dan Kerugian Materi Sebesar Rp829,1 Miliar

0
354

Mapos, Mamuju – BNPB merilis  kerugian dan kerusakan pasca gempa bumi yang melanda wilayah Majene dan Mamuju berkekuatan 6,2 magnitudo 15 Januari 2021 ditaksir mencapai Rp829,1 miliar. Data tersebut merupakan update per tanggal 26 Januari 2021

Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Rifai, Selasa (26/01/2021) menyebutkan, kerugian sementara di Kabupaten Majene sebesar Rp449,8 miliar. Terdiri dari kerusakan permukiman sebesar Rp365,3 miliar, infrastruktur sebesar Rp235 juta, sosial sebesar Rp76,9 miliar, ekonomi sebesar Rp5,13 miliar dan lintas sektor sebesar Rp2,1 miliar.

Sementara di Kabupaten Mamuju total kerugian ditaksir sebesar Rp379, 3 miliar. Terdiri dari kerugian permukiman sebesar Rp270,1 miliar, infrastruktur sebesar Rp1,3 miliar, sosial sebesar Rp17,4 miliar, ekonomi sebesar Rp50,4 miliar dan lintas sektor sebesar Rp Rp39,9 miliar.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

“Untuk korban meninggal sebanyak 105 jiwa, terdampak dan mengungsi sebanyak 89.524 jiwa, korban luka-luka sebanyak 3.369 jiwa,” rinci Rifai.

Terkait pendataan rumah terdampak gempa, Rifai mengemukakan, sesuai arahan dari Kepala BNPB Doni Monardo, batas akhir pengambilan data untuk kerusakan rumah sampai tanggal 26 Januari 2021. Untuk Kabupaten Majene, sesuai laporan data kerusakan rumah sementara sebanyak 4.122 laporan yang terdiri dari rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat. Namun, yang sudah berdasarkan by name by addres sebanyak 423 unit. Terrdiri dari KK, NIK dan foto koordinat.

Di Kabupaten Mamuju, data sementara sesuai laporan sebanyak 1.701 unit dan sudah lengkap dengan menggunakan by name by address.

“Jumlah tersebut masih berakumulasi. Untuk rusak ringan, sedang dan berat yang sudah masuk saat ini , ini dimatangkan dulu sambil menunggu data selanjutnya yang akan masuk,. Nantinya akan diberikan secara non tunai dan harus menggunakan nomor rekening baru,” jelas Rifai.

Ditambahkan, proses administrasi diupayakan pada bulan Februari 2021 sudah dibahas di Kementrian Keuangan. Selanjutnya yang sudah lengkap dan memenuhi persyaratan akan diberikan secara non tunai.

Pemulihan diharapkan dapat selesai pada Juni 2021, sehingga bulan berikutnya diharapkan tidak ada lagi pengungsi sesuai arahan Presiden Jokowi. Ia pun mengharapkan kepada warga yang rumahnya mengalami rusak ringan-sedang bisa segera menerima dana stimulan perbaikan.

“Yang rumahnya rusak ringan dan sedang yang saya sampaikan catatan kami hampir 80 persen diharapkan meninggalkan tempat pengungsian. Dan kepada mereka diberikan dana stimulan,” sebut Rifai dalam keterangan persnya..

Data sementara kerusakan dan kerugain itu, katanya, akan dilaporkan kepada Gubernur Sulbar. Data susulan juga akan diproses dengan tahap yang sama sesuai data sebelumnya dan dikeluarkan oleh pemerintah setempat.

Data yang masuk lebih awal sesuai persyaratan akan diproses dan ditindaklanjuti. Dengan demikian, akan mempercepat pemulihan pasca gempa.

(*)

 

 

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.