Majene  

Dinkes Majene & Puskesmas Sendana I Gerak Cepat Tindaklanjuti Kasus Malaria Impor dari Papua

Bidang P2PL Dinkes Majene bersama tim entolog, sanitarian dan epidemiologi langsung mendatangi pasien malaria Senin 4 Mei 2026 ke Puskesmas Sendana 1. Foto; Dinkes Majene.

Mapos, Majene — Mendapat laporan ada pasien suspek malaria, Dinas Kesehatan Kabupaten Majene melalui Bidang P2PL bersama tim entolog, sanitarian dan epidemiologi langsung mendatangi pasien, Senin 4 Mei 2026 ke Puskesmas Sendana 1.

Tim ini segera berkolaborasi dengan Pengelola Program Malaria Puskesmas Sendana I yaitu berkunjungan ke rumah pada pasien positif malaria. Tindakan cepat ini dilakukan untuk mencegah penularan lebih luas di wilayah kerja Puskesmas Sendana I.

Kasus terungkap setelah salah seorang warga atau pasien diketahui baru kembali ke Sendana sekitar 3 bulan lalu.

Sebelumnya, yang bersangkutan tinggal bersama keluarga dan bekerja sebagai pedagang di daerah pedalaman Merauke, Papua.

Riwayat malaria sudah pernah dialami pasien selama berada di Merauke, wilayah yang masih endemis malaria.

“Kasus ini masuk kategori “malaria impor” karena penularan diduga terjadi di luar wilayah Majene,” ujar salah seorang tim.

Ada 6 Upaya Gerak Cepat Tim Kesehatan di Lapanga antara;

1. Pengobatan Tuntas;

Pasien langsung mendapat pengobatan standar sesuai pedoman, yaitu kombinasi DHP + Primaquin. Tujuannya membunuh parasit dalam darah dan mencegah kekambuhan.

2. Penyelidikan Epidemiologi PE:

Tim melakukan PE pada penderita, pemeriksaan sediaan darah Bulu Gigi BG untuk kontak serumah, serta warga di lingkungan sekitar rumah. Langkah ini untuk menemukan kasus suspek sedini mungkin.

3. Pemeriksaan Habitat Nyamuk:

Tim Entomolog menyisir area sekitar rumah pasien untuk memeriksa tempat perindukan nyamuk Anopheles. Karena nyamuk inilah vektor utama penular malaria.

4. Pemberian Kelambu Berinsektisida: kepada warga dibagikan kelambu berinsektisida untuk dipakai saat tidur malam. Kelambu ini efektif mencegah gigitan nyamuk pembawa parasit malaria.

5. Imbauan Kewaspadaan Dini yaitu

Warga diminta segera melapor ke petugas atau Puskesmas jika ada keluarga atau tetangga yang mengalami gejala malaria seperti demam menggigil, keringat dingin, sakit kepala, dan mual.

6. Skrining Kontak Rombongan:

Pemeriksaan sediaan darah juga dilakukan pada teman dan keluarga yang datang bersama pasien dari Merauke Papua. Tujuannya memastikan tidak ada kasus lain yang belum terdeteksi.

Dinkes Majene mengimbau masyarakat, khususnya yang memiliki riwayat bepergian dari daerah endemis malaria seperti Papua, NTT, atau Maluku, untuk segera periksa ke Puskesmas jika mengalami gejala demam. Deteksi dan pengobatan dini adalah kunci memutus rantai penularan.

Dengan kolaborasi lintas program dan kewaspadaan warga, Majene terus berupaya mempertahankan status daerah bebas malaria.

(*)

error: Maaf... ! Web ini di Protek yaaa...