Mapos, Majene – Mendapat informasi atas mewabahnya campak di kalangan Balita, Tim Gerak Cepat TGC Puskesmas Lembang bersama Tim Survei Cakupan Imunisasi di Komunitas SCK Dinas Kesehatan Kabupaten Majene bergerak cepat ke lokasi penderita campak. Kunjungan lapangan ini dilakukan sebagai bagian dari Penyelidikan Epidemiologi PE dan analisis untuk memutus rantai penularan penyakit di wilayah setempat.
Kunjungan yang dilakukan pada 15 Mei 2026 silam itu merupakan langkah kolaboratif untuk dijadikan bukti komitmen tenaga kesehatan dalam melindungi masyarakat, khususnya anak-anak dari ancaman campak.
Ada Empat Langkah Strategis Dilakukan Tim di Lapangan yaitu ; pertama, Pelacakan Kasus artinya Petugas menyisir wilayah lokus secara langsung dari rumah ke rumah. Tujuannya menemukan penderita suspek campak lainnya sedini mungkin agar penanganan tidak terlambat.
Kedua, tim melakukan Analisis dan Investigasi dengan jalan mengumpulkan data riwayat kontak penderita. Investigasi ini penting untuk memetakan sumber penularan dan memahami pola penyebaran virus di lingkungan warga.
Ketiga, yaitu Evaluasi Imunisasi Melalui wawancara dan pengecekan data, tim menilai tingkat cakupan imunisasi MR/MMR warga sekitar. Data ini jadi dasar untuk menentukan strategi vaksinasi lanjutan di area berisiko.
Dan keempat yakni Sosialisasi Kesehatan dengan mengedukasi secara masif kepada masyarakat dan melalui media sosial di berbagai kanal resmi Dinas Kesehatan setempat. Warga dibekali informasi lengkap tentang gejala awal, cara penularan, hingga langkah pencegahan campak agar penyebaran bisa ditekan.
Campak adalah penyakit menular yang cepat menyebar, tapi bisa dicegah dengan imunisasi lengkap. Karena itu, peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan.
(*)






