Bapperida Sulbar Dorong Sinergi Keselamatan Jalan dalam Rakor Forum Komunikasi Lalu Lintas

Mapos, Mamuju – Bapperida Provinsi Sulawesi Barat mengikuti Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Lalu Lintas yang diselenggarakan oleh PT Jasa Raharja Cabang TK II Mamuju pada Jumat (13/2/2026) di Kantor PT Jasa Raharja Cabang TK II Mamuju. Dalam kegiatan tersebut, Zuhuriah AR Leri dan Muhammad Arfah hadir mewakili Kepala Bapperida Provinsi Sulawesi Barat, Drs. Amujib, MM.

Rapat koordinasi ini bertujuan memperkuat sinergi antarinstansi dalam penyelenggaraan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. Forum Komunikasi Lalu Lintas berfungsi sebagai wadah koordinasi penyelenggara untuk merencanakan sekaligus menyelesaikan permasalahan transportasi jalan secara terpadu, sehingga setiap instansi dapat menyelaraskan tugas dan fungsinya dalam pelayanan publik di sektor lalu lintas.

Dalam forum tersebut dibahas evaluasi pembayaran dan penerimaan santunan kecelakaan selama lima tahun terakhir, kinerja pelayanan Jasa Raharja, serta mekanisme penjaminan biaya korban kecelakaan di rumah sakit. Data kinerja pelayanan menunjukkan tingkat capaian penjaminan pembayaran rumah sakit mencapai 99,5% diatas Target Minimal yaitu 98%. Nilai santunan yang disalurkan di wilayah Sulawesi Barat tercatat mencapai Rp19,2 miliar pada 2025, mencerminkan peran penting sistem perlindungan korban kecelakaan.

Paparan juga menyoroti profil kecelakaan lalu lintas tahun 2025 yang didominasi pengendara roda dua, tabrakan depan-depan, serta korban usia 10–24 tahun dengan latar belakang pelajar. Selain itu, perilaku berkendara berisiko seperti melawan arus menjadi salah satu faktor utama penyebab kecelakaan. Data tersebut menjadi dasar penyusunan strategi penanganan titik rawan kecelakaan dan program keselamatan transportasi ke depan.

Isu lapangan yang turut dibahas meliputi belum jelasnya pembiayaan kasus kecelakaan tertentu, perlunya kerja sama Jasa Raharja dengan fasilitas kesehatan tingkat puskesmas, pengawasan jalur arteri melalui pos pantau, serta pengaturan jalur truk masuk kota pada jam tertentu. Pembaruan rambu lalu lintas yang usang, penanganan kemacetan melalui rekayasa arus kendaraan, hingga kesiapan infrastruktur jalan rawan kecelakaan menjelang arus mudik juga menjadi perhatian bersama.

Peserta rapat juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi informasi melalui posko digital responsif, integrasi informasi bengkel dan layanan medis terdekat, serta penguatan koordinasi lintas lembaga. Langkah tersebut sejalan dengan arah kebijakan nasional melalui Rencana Umum Nasional Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (RUNK LLAJ) sebagai dokumen jangka panjang 2021–2040 yang menjadi acuan pemerintah pusat dan daerah dalam menurunkan fatalitas kecelakaan lalu lintas.

Sebagai perangkat daerah yang menjalankan fungsi perencanaan, Bapperida Provinsi Sulawesi Barat berperan strategis memastikan integrasi isu keselamatan lalu lintas dalam dokumen pembangunan daerah melalui sinkronisasi lintas sektor dan berbasis data. Keterlibatan dalam forum ini merupakan bagian dari upaya menjaga keselarasan kebijakan transportasi dengan agenda pembangunan daerah.

Partisipasi Bapperida Sulbar dalam kegiatan ini juga sejalan dengan visi pembangunan daerah yang diusung Gubernur Sulawesi Barat dan Wakil Gubernur, khususnya dalam penguatan tata kelola pembangunan yang kolaboratif, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik. Sinergi lintas sektor diharapkan mampu menciptakan sistem transportasi yang lebih aman, tertib, dan mendukung kelancaran aktivitas masyarakat.

Melalui forum koordinasi ini, seluruh pemangku kepentingan berkomitmen meningkatkan kolaborasi dalam penanganan keselamatan jalan, optimalisasi pelayanan korban kecelakaan, serta penguatan perencanaan berbasis data untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

(*)

error: Maaf... ! Web ini di Protek yaaa...