Mapos, Majene — Komitmen tanpa libur. Dinas Kesehatan Kabupaten Majene melalui Instalasi Farmasi Kabupaten (IFK) tetap bergerak di akhir pekan untuk mendistribusikan obat-obatan esensial dan Bahan Medis Habis Pakai BMHP.
Sebanyak 11 Puskesmas di seluruh kecamatan wilayah kerja Kabupaten Majene menjadi sasaran distribusi kali ini.
“Langkah ini krusial untuk menjamin tidak ada warga yang tertunda pengobatannya karena stok obat kosong,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majene, Yuliani, Sabtu 9 Mei 2026.
Ia berada pada kegiatan itu lantaran memastikan obat aman sampai ke Puskesmas tujuan.
Proses distribusi dilakukan berlapis dan sesuai standar kefarmasian:
Pertama, Tim IFK mencocokkan data permintaan dari masing-masing Puskesmas. Semua kebutuhan dihitung agar distribusi tepat jumlah dan tepat sasaran.
Kedua, Quality Control Ketat. Sebelum dikirim, petugas melakukan pengecekan fisik barang dan masa kedaluwarsa expired date satu per satu. Obat rusak atau mendekati kedaluwarsa tidak akan didistribusikan.
Ketiga, Pengemasan Sesuai SOP yakni Obat dan BMHP dikemas rapi sesuai Standar Prosedur Operasional kefarmasian. Pengemasan ini menjaga mutu, suhu, dan keamanan sediaan farmasi sampai ke titik tujuan di Puskesmas.
Distribusi menyasar 11 Puskesmas di seluruh kecamatan Kabupaten Majene. Tujuannya jelas: pemerataan stok dan mencegah kekosongan obat di unit pelayanan dasar.
Meski jatuh pada hari Sabtu, tim logistik IFK tetap prioritaskan tugas. Karena kontinuitas pengobatan pasien tidak mengenal hari libur.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib. Serah terima barang dilakukan secara resmi kepada pengelola farmasi masing-masing Puskesmas. Semua sesuai manifes pengiriman yang telah ditetapkan, sehingga akuntabilitas terjaga,” terang Yuliani.
Dengan rantai distribusi yang disiplin, Dinkes Majene memastikan pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas selalu siap melayani masyarakat.
(*)






