Mapos, Mamuju – Untuk mendukung Visi Misi Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, bersama Wakilnya, Salim S. Mengga, terkait ”pengentasan kemiskinan dan perlindungan sosial” Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos P3A dan PMD) Provinsi Sulawesi Barat melalui UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) menghadiri Rapat Koordinasi Komunitas Intelijen Daerah (Kominda), Rabu (18/2/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Kenari Sriti, Lantai 2 Gran D’Maleo Hotel & Convention dan diikuti oleh unsur Forkopimda serta perwakilan perangkat daerah terkait.
Kehadiran Dinsos P3A dan PMD Sulbar dalam rapat koordinasi ini diwakili oleh Kepala UPTD PPA, Nurcahyani. Rapat tersebut digelar dalam rangka mengantisipasi potensi kerawanan yang dapat muncul menjelang dan selama momentum Bulan Ramadan di wilayah Sulawesi Barat.
Dalam forum tersebut, masing-masing instansi menyampaikan analisis situasi dan langkah antisipatif sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing, termasuk potensi kerawanan sosial yang beririsan dengan isu perempuan dan anak.
Kadinsos P3A dan PMD Sulbar, Darmawati, melalui Kepala UPTD PPA, Nurcahyani menegaskan bahwa peran Dinsos P3A dan PMD, khususnya UPTD PPA, sangat penting dalam upaya deteksi dini dan penanganan persoalan sosial yang berpotensi meningkat pada momentum tertentu.
“Menjelang Ramadan, dinamika sosial di masyarakat biasanya meningkat. Karena itu, kami siap bersinergi dengan seluruh unsur yang tergabung dalam Kominda untuk melakukan langkah-langkah pencegahan, terutama terhadap potensi kerawanan yang menyasar perempuan dan anak,” ujar Nurcahyani.
Ia juga menambahkan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas dan ketertiban sosial.
“Melalui rapat koordinasi ini, kami berharap tercipta sinergi yang kuat antarinstansi sehingga setiap potensi kerawanan dapat diantisipasi sejak dini dan ditangani secara cepat serta terukur,” tambahnya.
Dengan keikutsertaan dalam rapat Kominda ini, Dinsos P3A dan PMD Sulbar menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam menjaga kondusivitas daerah serta memastikan perlindungan sosial, khususnya bagi kelompok rentan, tetap menjadi prioritas menjelang dan selama Bulan Ramadan di Sulawesi Barat.
(*)






