Majene  

Tumpukan Sedimen Mencapai Ratusan Kubik Dikeluhkan Warga, Ini Tanggapan Dinas PUPR

Tumpukan Sedimen Mencapai Ratusan di Tanjung Batu Kelurahan Labuang, Kecamatan Banggae Timur Kabupaten Majene. Foto; Andika.

Mapos Majene — Upaya normalisasi pada saluran buang utama di tengah kota Majene turut menyisakan sejumlah masalah seperti tumpukan sedimen hasil keruk yang jumlahnya mencapai ratusan kubik . Akibatnya, tidak sedikit masyarakat yang mengeluhkan soal yang satu ini.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Majene, Muhammad Muflih Asad melalui Kepala Bidang Peralatan dan Perbekalan, Andi Abul Al’al, Sabtu (7/11/2026) mengatakan, pihaknya selalu berupaya memberikan yang terbaik buat masyarakat.

“Memang kegiatan yang kita lakukan tentu akan menuai pro dan kontra. Dan pastinya ada sebagian orang tidak nyaman. Kami minta maaf untuk itu. Keadaan ini, mau tidak mau harus diterima, karena tidak mungkin hasil keruk sedimen yang menumpuk sekian puluh tahun dari dalam drainase besar dapat segera dibuang setelah diangkat. Kita harus keringkan dulu sebelum diangkut menuju titik buang yang sudah kita sediakan,” ungkap Abul Al’al.

Katanya, jumlah kubikasi sedimen yang dikeluarkan dari drainase dengan lebar 2 meter x  1,4 meter x 200 meter tersebut tidak sedikit. “Bisa mencapai ratusan kubik. Contohnya, drainasi di sepanjang samping masjid Tanjung Batu,” bebernya.

Dijelaskan, tumpukan sedimen yang jumlahnya mencapai ratusan kubik dan menumpuk di bahu jalan di Lingkungan Tanjung Batu Kelurahan Labuang, Kecamatan Banggae Timur sebentar lagi akan diangkat.

“Kalau sudah kering, baru kita pindahkan atau diangkat ke wilayah  Batu Cincin sebagai bahan timbunan untuk tambatan perahu dan nantinya kita akan tutup lagi dengan pasir yang memang kita sudah sediakan untuk itu,” terangnya seraya memohon maaf kepada masyarakat terdampak atas ketidaknyamanan nya selama proses normalisasi saluran buang berjalan.

(*)

 

error: Maaf... ! Web ini di Protek yaaa...