Tidak Kantongi Izin, Lomba Game Free Fire Dibubarkan Polres Majene Polda Sulbar

0
70

Mapos, Majene — Lantaran tak memiliki izin, Tournament Game Online Free FireTj Fams Gaming Champions 2020” dibubarkan Polisi dan Satpol PP di Gedung Assamalewuang Lingkungan Battayang, Kelurahan Banggae, Kecamatan Banggae Kabupaten Majene, Senin (23/11/2020).

Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Majene AKP Ujang Saputra yang memimpin langsung kegiatan pembubaran menyebutkan Lomba Game Free Fire, terpaksa dibubarkan karena beberapa alasan.

“Yang pertama tidak ada ijin, yang kedua, didalamnya juga melanggar protokol kesehatan, tidak ada jarak makanya dibubarkan,” tuturnya.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

Selain itu, sesuai ketentuan yang berlaku setiap kegiatan yang jika mengundang keramaian, harusnya ada rekomendasi dari tim gugus tugas Covid-19. Bahkan izin dari pihak Polrespun tak ada, makanya dibubarkan.

“Intinya Harus ada izin keramaian dan betul-betul harus mematuhi prokes jika mengundang keramaian,” tegasnya.

Akibatnya, seluruh panitia penyelenggara diambil keterangannya dan diberikan pembinaan di Polres Majene.

Menurut keterangan panitia, kegiatan tersebut dilaksanakan atas inisiatif anggota komunitas game online yang ada di Lingkungan Pangali – Ali “Tj Fams Gaming”, dan kegiatan tersebut tidak memiliki sponspor dari luar murni kegiatan dibiaya dari retribusi para peserta.

Tak hanya itu, pihaknya juga mengaku tidak tahu mekanisme perizinan yang ada. Hanya saja kegiatan ini telah disampaikan kepada kepala lingkungan setempat sehingga diberikan pembinaan dan bimbingan mengingat situasi pandemi Covid-19.

Peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut cukup banyak yaitu diikuti oleh 96 Tim, masing-masing Tim berganggotakan 4 orang dan berasal dari kota atau kabupaten berbeda seperti Kabupaten Majene dan Kabupaten Polman.

Hadiahpun cukup menggiurkan dengan rincian Juara 1 Rp3 juta, Juara 2 Rp2,4 juta, Juara 3 Rp1,5, Juara 4 sampai 12 Rp100 ribu dan Mostkill Rp200 ribu. Sementara itu peralatan yang digunakan cukup sederhana yaitu menggunakan infocus dan laptop.

Jumlah pesertapun cukup banyak yaitu diikuti oleh 96 Tim masing-masing Tim berganggotakan 4 orang dan berasal dari kota atau kabupaten berbeda seperti Kabupaten Majene dan Kabupaten Polman.

Sedikitnya ada 14 orang yang diambil keterangannya terkait pelaksanaan kegiatan yang dianggap bertanggung jawab atas terselenggaranya kegiatan yang dimaksud.

(*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.