Tanpa Sentuhan Pemerintah, Warga Polman Ini Bertahan Hidup dari Belas Kasih

0
64

Mapis, Polman – Wanita lanjut usia bertahan hidup di gubuk tua yang berantakan dan nyaris ambruk di Desa Bonra, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), selama bertahun-tahun, Jumat (16/3/2018).

Dia adalah Nenek Adawiah (80) dengan kondisi sangat memprihatinkan.

Gubuk yang ditempatinya berukuran 2×1. Sebagian besar dinding hanya ditutupi kain. Atapnya tidak dilengkapi plafon dan sudah banyak yang rusak sehingga bocor ketika hujan turun.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

Begitupun dengan lantainya yang masih bercampur papan yang siap ambruk kapan saja.

Sisa hidupnya, Adawiah hanya mengandalkan belas kasih dari para tetangga dan para dermawan.

“Saya tidak punya apa. Makan juga dari sana-sini ada saja,” kata Adawiah.

Untuk makan, Adawiah hanya menerima belas kasihan para tetangga. Setiap hari, ada saja warga mendatangi rumahnya untuk sekedar berbagi.

Dari beberapa warga ada yang  membantu sang nenek dan mengajaknya berbicara serta menghiburnya.

Berharap perhatian pemerintah

Warga setempat, Wati berharap agar pemerintah Kabupaten Polman maupun pemerintah provinsi mau membantu wanita lanjut usia tersebut.

“Harapan saya, ada perhatian dari pemerintah untuk menanggulangi orang tua tersebut. Karena kan seingat saya fakir miskin dan orang yang terlantar itu tanggungan negara. Hingga saat ini belum ada perhatian dari pemerintah,” kata Wati.

“Kondisi nenek Adawiah, yang kian memprihatinkan seharusnya segera menjadi perhatian pemerintah agar dibantu baik sumbangan atau perawatan,” sambungnya.

Bantuan dari dermawan

Organisasi Peduli Kemanusiaan (PEKA) dan Alumni 01 SMPN dan Alumni 04 SMAN 1 Campalagian, mengunjungi dan menyantuni nenek Adawiah pada Kamis (15/3/2018).

Sementara itu, Bantuan yang disalurkan oleh PEKA dan Alumni 01/04 SMP dan SMAN 1 Campalagian, berupa uang tunai dan beras serta bantuan lainnya yang di harapkan dapat mengurangi beban nenek Lanjut usia ini.

“Bantuan yang di salurkan berupa beras dan uang tunai hasil dari sumbangan teman Peka dan Alumni 01/04 SMAN campalagian,” ujar Putri, relawan PEKA.

Nenek Adawiah (80).

Putri berharap, pemerintah setempat dapat menyalurkan bantuannya ke nenek Adawiah. Bantuan yang diterima seperti Raskin, dan jaminan kesehatan, dinilai masih kurang, sebab yang dibutuhkan nenek Adawiah saat ini adalah Rumah layak huni.

(ran)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.