Sukses Kelola Pamsimas, Pemkab Majene Diganjar Insentif Hibah

  • 6 Jul 2020
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 709
Gambar Sukses Kelola Pamsimas, Pemkab Majene Diganjar Insentif Hibah

Mapos, Majene — Dinilai sukses mengelola Pamsimas, Pemkab Majene diganjar (baca diberi reward) kegiatan hibah atas 11 desa.

“Reward ini kita terima atas keberhasilan Majene dalam mengolah Pamsimas. Diharapkan agar program pemerintah pusat ini dapat dimaksimalkan dalam pelaksanaannya dan tepat sasaran di masyarakat,” ungkap Kepala Bapeda Majene, Andi Adlina Basharoe saat Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Penyiapan dokumen persiapan pelaksanaan program Pamsimas III, di Ruang Rapat Kantor Bapeda Majene, Senin (6/7/2020).

Dikatakan, Program Pamsimas sudah sampai pada fase ketiga.

“Diharapkan agar jangan ada permasalahan yang timbul di desa bila program ini sudah berjalan di masyarakat. Kalau ada kendala di lapangan, segera melapor ke Dinas PU PR atau ke Bapeda. Kepada pengelola yaitu 11 desa, agar melaksanakan kegiatan ini secara profesional dan tetap mematuhi protokol Covid-19 dalam mengelola kegiatan dimaksud,” kata Andi Adlina.

Kasatker Pelaksana Prasarana Permukiman (PPP), Ibrahim Tandidatu, ST dalam laporannya menyebut, 11 desa yang mendapatkan Hibah Insentif Desa (HID) dengan nilai total Rp 2,179 miliar itu antara lain :
▪︎Desa Tande Allo Kec. Ulumanda
▪︎Salutambung Kec. Ulumanda
▪︎Ulumanda Kec. Ulumanda
▪︎Popenga Kec. Ulumanda
▪︎Mekkatta Kec. Malunda
▪︎Ulidang Kec. Tammero’do
▪︎Tammero’do Utara Kec Tammerodo
▪︎Babbabulo Utara Kec. Pamboang
▪︎Baruga Dhua Kec. Banggae
▪︎Lombong Timur Kec. Malunda
▪︎Lalattedrong Kec. Sendana

Pada kesempatan sama, Bupati Majene, Fahmi Massiara melalui Pj Sekda Majene, Burhan mengatakan, Program Pamsimas termasuk dalam program 100-0-100 untuk Indonesia bersih dan sehat yang dikenal luas sebagai universal access.

“Pada tahun 2019 lalu ditargetkan tercapai 100 persen akses air minum, 0 persen untuk kawasan kumuh dan 100 persen akses sanitasi dan lingkungan sehat terpenuhi dengan baik. Selain untuk meningkatkan pelayanan air minum dan sanitasi juga dapat menumbuhkembangkan tingkat partisipasi masyarakat, bukan hanya dalam proses perencanaan dan pelaksanaan tetapi juga dalam kelestarian dan keberlanjutannya,” ungkap Burhan.

Salah satu bentuk penghargaan kepada desa-desa yang dianggap berkinerja baik dalam program Pamsimas yaitu melalui kegiatan hibah insentif desa (HID) yang diberikan kepada desa yang mempunyai kinerja keberfungsian sarana yang baik, terhadap iuran oleh KP-SPAMS dan masyarakat serta desa tersebut sudah ODF.

Tujuan HID antara lain, meningkatkan jumlah warga masyarakat yang dapat mengakses pelayanan air minum dan sanitasi dalam mencapai universal access, memperkuat kemitraan antar pemerintah kabupaten dengan masyarakat.

“Dan penguatan keberlanjutan SPAMS serta untuk mendukung pemeliharaan pasca konstruksi,” kata Burhan.

Ia juga mengajak semua pihak untuk tetap berkomitmen membangun Kabupaten Majene sebagai wahana bersama untuk berbuat kebaikan dan menata masa depan yang lebih baik lagi sesuai visi misi Majene Profesional – Produktif dan Proaktif 2021.

“Sehingga kami menekankan kepada semua pihak yang terlibat khususnya kepada 11 desa penerima dana HID dalam program Pamsimas, bahwa dana bantuan hanya boleh digunakan untuk membiayai kegiatan masyarakat yang telah direncanakan bersama dan dituangkan dalam rencana kerja masyarakat (RKM),” tegas Burhan.

Tak lupa Ia berterima kasih kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Dirjen Cipta Karya melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulawesi Barat atas perhatian yang diberikan kepada Kabupaten Majene,

“Tentu saja Ini sangat bermanfaat dan membantu kami untuk mewujudkan 100 persen akses air minum dan akses sanitasi dan lingkungan sehat di Kabupaten Majene,” tandasnya.

(*)