Sering Nonton Film Porno, Seorang Warga Desa Onang Tega Cabuli Anak Dibawah Umur

0
551

Mapos, Majene — Lantaran sering nonton film porno, seorang warga Dusun Metto’do, Desa Onang, Kecamatan Tubo, Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat, berinisial AL tega cabuli anak dibawah umur AR yang masih berusia 10 tahun.

Menurut Kapolres Majene, AKBP Febryanto Siagian, Kamis (2/9/2021) mendapat laporan dari korban yang tak lain masih keluarga dekat korban, pihaknya segera menjemput tersangka tanpa perlawanan.

Di hadapan penyidik, kata Febryanto Siagian, pelaku mengakui semua perbuatannya.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

Dari pengakuan tersangka lanjutnya, pada Kamis 26 Agustus 2021 sekira atau setidaktidaknya pukul 10.30 Wita, pelaku berusaha mencabuli korban di Kebun Kelapa di Dusun Sumakuyu, Desa Onang, Kecamatan Tubo Sendana.

“Awalnya tersangka melihat korban AR dan 2 temannya sedang bermain di pinggir pantai. Kemudian tersangka AL alias K mendekati korban dan mengajak korban dan 2 orang teman korban pergi mencari buah kelapa dengan menjanjikan uang sebesar Rp15 ribu kepada korban dan teman korban agar korban dan temannya mau ikut dengan tersangka,” sebut Febryanto.

Setibanya di sungai, lanjut Kapolres Majene, tersangka menyuruh 2 teman korban menunggu sementara tersangka berdalih akan mencari buah kelapa bersama korban.

Selanjutnya tersangka mengajak korban ke kebun kelapa. “Bukannya mencari buah kelapa, akan tetapi tersangka menyuruh korban berbaring dengan menarik tangan kanan korban sambil membentak korban yang membuat korban takut dan menuruti perintah tersangka pada saat korban posisi terbaring, tersangka langsung melucuti celana korban dan mencabulinya. Usai menjalankan aksinya, tersangka kemudian memberi uang sebesar Rp5 ribu kepada korban supaya korban tidak menceritakan hal yang dialaminya kepada orang lain,” beber Kapolres Majene.

Atas kejadian tersebut korban melaporkan ke SPKT Polres Majene dengan laporan polisi LP / 105 / Vill / 2021 / SPKT / RES.MJN / POLDA SULBAR, tanggal 29 Agustus 2021.

Kepada tersangka, pelaku diancam dengan sangkaan Pasal  82 ayat (1) jo pasal 76e UU RI no 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak yang berbunyi, setiap orang dilarang melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu mustihat, melakukan, serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul diancam dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun.

Sementara itu, dihadapan wartawan, pelaku mengaku hilaf dan menyesali semua perbuatannya.

“Namanya manusia biasa, saya khilaf Pak,” katanya singkat dan menyebut bahwa lantaran sering menonton film porno dirinya terobsesi berbuat cabul.

(fjr/red)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.