Sekprov: Bantuan Kemanusiaan, Potret Solidaritas dan Persaudaraan Rakyat Indonesia

0
269

Mapos, Mamuju – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Dr. H. Muhammad Idris.M.Si, menerima kunjungan Wakil Bupati Donggala.  Muhammad Yasin, di rujab Sekprov sulbar, Senin (25/012021).

Pada kunjungan tersebut pemeritah Kabupaten Donggala menyerahkan bantuan kemanusiaan  dalam rangka penanganan gempa di Sulawesi Barat khususnya 2 kabupaten yakni  Mamuju dan Majene.

Kunjungan Pemerintah Kabupaten Donggala turut mengikutsertakan pengurus DWP Kabupaten Donggala dan langsung diterima oleh Ketua DWP Provinsi Sulawesi Barat, Prof. Dr. Hj. Kartini Hanapi Idris. Sejumlah bantuan yang mendukung kebutuhan pengungsi perempuan dan anak-anak dipersiapkan oleh pengurus organisasi berhimpun istri ASN tersebut.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

Idris menyebutkan bahwa bantuan kemanusiaan untuk Sulawesi Barat adalah bentuk solidaritas dan persaudaraan dari seluruh rakyat Indoensia. Bantuan dari Pemerintah Kabupaten Donggala tidak hanya berupa dana tunai tapi juga perlengkaan bayi  dan kebutuhan pangan.

“Alhamdulillah bantuan dari berbagai pihak untuk mensupport pemulihan Sulawesi Barat menjadi gambaran rasa persaudaraan dan persatuan di negeri ini. Bantuan tidak hanya datang dari saudara-saudara kita di pulau Sulawesi tapi juga dari  pulau lainnya dan yang tak kalah pentingnya adalah perhatian Pemerintah Pusat dalam mengawal Sulawesi Barat  untuk bangkit kembali”, ujar mantan Deputi LAN RI ini.

Idris menambahkan bahwa proses penyaluran bantuan langsung dikoordinir oleh posko induk dan tidak perlu memperlihatkan Kartu Keluarga sebagaimana yang telah tersebar ke masyarakat.

Di sela-sela perbincangan yang hangat, Yasin selaku wakil Pemerintah Kabupaten Donggala menyampaikan rasa empati yang sangat mendalam terhadap kondisi yang dialami Sulawesi Barat akibat gempa  pada 15 Januari  2021 tersebut. Kehadiran Pemerintah Kabupaten Donggala dalam bantuan kemanusiaan ini tak lain untuk memberikan dukungan agar Sulawesi Barat bisa cepat bangkit dan menata kembali pembangunan.

“Pengalaman dari bencana yang pernah kami hadapi, masa-masa di pengungsian adalah masa-masa yang penuh perjuangan. Terlebih lagi untuk kaum perempuan dan anak-anak. Itulah sebabnya dalam bantuan kemanusiaan ini kami turut mempersiapkan kebutuhan bayi berupa susu dan popok. Semoga bisa memenuhi kebutuhan  pengungsi,” tuturnya.

(*)

 

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.