Sebarkan Video Asusila, Seorang Lelaki Ditangkap Polisi

  • 15 Feb 2019
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 396
Gambar Sebarkan Video Asusila, Seorang Lelaki Ditangkap Polisi

Mapos, Majene – Muh Ar No alias Anto (38) tidak berkutik saat ditangkap Tim Passaka Reskrim Polres Majene di Lingkungan Pangale Kecamatan Bangge Timur pada Selasa (12/2/2019) sekitar pukul 22.00 Wita.

Ia ditangkap lantaran disangka menyebarkan video asusila yang sempat viral diberbagai akun sosial media beberapa hari terakhir.

Kasat Reskrim Polres Majene AKP Pandu Arief Setiawan kepada sejumlah wartawan Jum’at (15/2/2019) menyebut, sebelum menetapkan tersangka kepada juru parkir ini, sejumlah saksi telah diperiksa secara maraton.

“Kalau semuanya kita jadikan tersangka, bisa-bisa penuh tahanan. Lagi pula kebanyakan diantara yang diperiksa sebagai saksi masih dibawah umur,” terang AKP Pandu.

Dihadapan petugas, tersangka mengaku bahwa pada Kamis tanggal 24 Januan 2019 sekitar pukul 14.25 Wita, ia dengan sengaja mengintai pengunjung di kawasan wisata Pantai Dato Lingkungan Pangale Kelurahan Baurunq Kecamatan Banggae Timur Kabupaten Majene.

Pada waktu dan tempat tersebut diatas, pelaku melihat dan menghampiri sepeda motor tanpa ada pemiliknya disemak-semak.

“Saat hendak ke tempat parkir, pelaku melihat seorang perempuan mengenakan seragam sekolah sedang berdiri dan menurunkan celananya, pada saat itulah pelaku mengambil handphone dan mulai merekam sambil berjalan menuju lokasi perempuan tersebut. Sesampainya di lokasi, ternyata disana sudah ada seorang laki-Iaki dan terjadilah perbuatan layaknya suami istri. Kemudian hasil rekaman video dan gambar ia bagikan kepada salah seorang rekannya melalul akun whatsapp dan facebook yang akhirnya tersebar di media sosial sehingga terjadi keresahan di masyarakat,” beber AKP Pandu Arief Setiawan.

Akibat perbuatan tersangka, polisi megganjarnya dengan melanggar Pasal 27 Ayat (1) Jo Pasal 45 Ayat (1) UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yakni tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya infomasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar asusila, dengan ancaman pldana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan atau denda paling banyak Rp 1 mllyar.

Dari tangan tersangka, polisi turut menyita barang bukti berupa 1 unit handphone merk Vivo Y65 warna putih gold milik pelaku dan 1 unit handphone merk Oppo R1s wama putlh milik rekannya

(ipunk)