Riset: Perokok Punya IQ Lebih Rendah

Gambar Riset: Perokok Punya IQ Lebih Rendah Ilustrasi

Mapos. Sebuah penelitian di Israel menemukan bahwa para perokok memiliki IQ yang lebih rendah dibanding mereka yang tidak merokok. Bahkan para ilmuwan menemukan bahwa kepintaran mereka dianggap semakin menurun jika mereka semakin banyak merokok.
Telegraph melaporkan hasil penelitian ini telah dipublikasikan di jurnal Addiction pada 2010 lalu. Dalam riset ini ditemukan bahwa perokok memiliki rata-rata IQ 94, sementara mereka yang tidak merokok memiliki rata-rata 101. Lebih parahnya lagi, mereka yang merokok lebih dari satu bungkus rokok per harinya memiliki IQ rata-rata 90 saja.

Apa Itu Penyakit Dekompresi yang Diduga Renggut Nyawa Syachrul Anto?
Hasil tersebut didapat berdasarkan data lebih dari 20 ribu pria berusia 18 hingga 21 tahun di Israel. Sekitar 28 persen dari para peserta riset mengaku merokok satu atau lebih batang per harinya. Tiga persen di antara mereka mengaku telah berhenti, sementara 68 persen sisanya mengaku tidak pernah merokok.

“Dalam dunia kesehatan, kami biasanya menduga bahwa perokok kemungkinan besar adalah orang-orang yang tumbuh besar di lingkungan yang sulit, atau mereka yang kurang mendapat pendidikan,” kata Mark Weiser, pemimpin riset ini.

“Namun karena riset kami juga memasukkan data dari subjek dengan latar belakang sosial ekonomi yang beragam, kami telah berhasil mengesampingkan faktor sosial ekonomi tersebut dalam riset,” tambah dia.

Riset juga mempelajari efek merokok pada saudara kembar. Mereka menemukan bahwa pada saudara kembar yang tidak merokok ditemukan rata-rata IQ yang lebih tinggi.

“Orang-orang dengan rata-rata IQ yang lebih rendah cenderung untuk menunjukkan kemampuan mengambil keputusan yang lebih buruk mengenai kesehatannya,” kata Wieser.

Ilustrasi

Ia juga mengatakan bahwa orang-orang dengan IQ yang lebih rendah tidak hanya lebih rentan ketagihan merokok, mereka juga lebih mungkin memiliki masalah obesitas, nutrisi, dan narkotika.

“Riset kami mungkin bisa membantu orang tua dan ahli kesehatan dalam menolong para pemuda dalam mengambil pilihan yang lebih baik,” imbuh dia.

(*)

(Sumber: Kumparan)