Polsek Karossa Damaikan Dua Pihak Melalui Problem Solving

Gambar Polsek Karossa Damaikan Dua Pihak Melalui Problem Solving

Mapos, Mateng – Seni memecahkan masalah terus-menerus dikembangkan untuk kemudian diakui kembali oleh orang-orang di berbagai sektor. Terkadang, cara baru menjadi metode yang efektif untuk diterapkan dalam beberapa proses tertentu. Cara yang benar-benar ampuh untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah adalah beberapa langkah praktis yang telah dikembangkan oleh pihak Kepolisian. Sistem yang terstruktur, namun ternyata sangat sederhana dan praktis untuk menangani masalah-masalah kecil hingga masalah dalam skala besar.

Menggunakan cara yang fundamental dan strategis sebagai solusi pemecahan masalah akan berdampak pada munculnya konsistensi dalam kesepakatan. Memutuskan untuk mengambil solusi yang berdasarkan fakta, pengalaman dan juga logika, hasil yang didapat pun akan terbentuk secara rasional dan berkelanjutan.

Seperti pada kasus laka yang terjadi di wilayah hukum Polsek Karossa. Dimana dalam kasus laka ini, jajaran Polsek Karossa berhasil mendamaikan kedua belah pihak yang bermasalah tanpa ada paksaan dari pihak manapun.

Awal kasus ini bermula, pada Minggu, 7 Juli 2019, di Jalan Poros Karossa, Dusun Antalili, Desa Kambunong, Kecamatan Karossa.

Sebuah minibus Toyota Avanza berwarna hitam nomor polisi DC 1497 AJ yang dikemudikan oleh Gerson Aris (28), warga Mamuju yang bergerak dari arah utara ke selatan (Karossa-Topoyo) hilang kendali dan menabrak kios milik Hambali (35), warga Dusun Antalili.

Dari kejadian itu, kios milik Hambali rusak berat dengan kerugian ditafsir mencapai Rp 5 juta.

Kapolsek Karossa Iptu Mukhtar Mahdi menjelaskan, demi memecahkan persoalan tersebut agar tidak berkelanjutan, kedua belah pihak pun kemudian dipertemukan.

“Mediasi itu dilaksanakan di Dusun Antalili, Desa Kambunong didampingi BKTM Desa Kambunong – Tasokko Brigpol Iswandi Akhmad,” ujarnya. Senin (8/7/2019).

Menurutnya, dari hasil mediasi tersebut disepakati beberapa point, diantaranya pihak pertama dalam hal ini Gerson bersedia membantu biaya kerusakan kios dari pihak kedua yakni Hambali dengan bantuan yang diberikan sebesar Rp 4 juta. Sekaligus juga permintaan maaf dari pihak pertama dan pihak kedua menerima bantuan dan permohonan maaf tersebut.

“Artinya dari kasus ini, kami anggap selesai,” pungkas Mukhtar.

(usman)

Baca Juga