Mapos, Majene – Pemerintah Kabupaten Majene melalui Tim Kesehatan Lingkungan, Pengendalian Vektor dan Binatang Pembawa Penyakit (P2) Dinas Kesehatan Kabupaten Majene melaksanakan kegiatan pemetaan reseptif malaria di wilayah terpencil Desa Ulumanda, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat, Selasa (10/2/2026).
Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah kewaspadaan dini guna mempertahankan status eliminasi malaria yang telah diraih Kabupaten Majene sejak tahun 2017. Meski telah dinyatakan bebas malaria, upaya pengawasan dan pencegahan tetap digencarkan untuk mencegah potensi munculnya kembali kasus penularan.
Tim melakukan survei lapangan dengan menyasar titik-titik yang berpotensi menjadi habitat perkembangbiakan nyamuk Anopheles, vektor utama penularan malaria. Pemeriksaan dilakukan pada genangan air, aliran sungai kecil, hingga area sekitar permukiman warga. Selain survei jentik, petugas juga melaksanakan pemberian larvasida pada lokasi yang teridentifikasi berisiko.
Pemetaan reseptif ini bertujuan untuk mengidentifikasi area berisiko tinggi penularan, mengetahui kemungkinan sumber infeksi, serta menentukan lokasi prioritas intervensi pengendalian. Data yang diperoleh akan menjadi dasar dalam menyusun strategi pengendalian yang lebih terarah dan efektif.
“Walaupun Majene telah eliminasi malaria, kewaspadaan harus tetap dijaga. Daerah terpencil dengan kondisi lingkungan tertentu tetap memiliki potensi reseptif terhadap penularan,” ujar salah satu anggota tim di sela kegiatan.
Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Majene juga berupaya mengoptimalkan penggunaan sumber daya dengan memfokuskan intervensi pada wilayah yang benar-benar membutuhkan. Pendekatan berbasis data lapangan dinilai penting agar program pengendalian berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.
Selain kegiatan teknis, tim turut memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, menghindari genangan air, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala malaria seperti demam berkepanjangan.
Dengan pelaksanaan pemetaan reseptif secara berkala, Pemerintah Kabupaten Majene menegaskan komitmennya untuk mempertahankan capaian eliminasi serta melindungi masyarakat dari ancaman penyakit malaria di masa mendatang.
(*)






