Konsulidasi, Perwakilan Pemuda Desa Lara Temui Camat Karossa

Gambar Konsulidasi, Perwakilan Pemuda Desa Lara Temui Camat Karossa

Mapos, Mateng – Usai menggelar aksi di depan kantor Desa Lara, massa aksi yang mengatasnamakan Pemuda dan Masyarakat Desa Lara menemui Camat Karossa.

Didampingi BPD Desa Lara, kedatangan perwakilan massa aksi ingin memperjelas tuntutan mereka.

Didepan Camat Karossa serta Kapolsek, perwakilan massa aksi meminta agar Kades Desa Lara segera dicopot dari jabatannya, serta meminta ke pihak kepolisian agar kasus pungli yang dilakukan oleh Kades Desa Lara segera diusut.

Saat ditemui perwakilan massa aksi dikantornya, Camat Karossa, Nahda meminta agar bersabar serta menyerahkan persoalan kepada pihak yang berwenang apabila ditemukan adanya pelanggaran pidana.

“Saya minta adik-adik bersabar. Serahkan semuanya kepada kepolisian,” kata Nahda. Rabu (5/11/2018).

Nahda mengatakan, kalau memang terindikasi oknum Kades melakukan pungli, itu menjadi rana kepolisian untuk dilakukan penyelidikan.

Sementara itu, Kapolsek Karossa, Iptu Mukhtar mahdi menjelaskan, terkait dugaan adanya pungli, pihaknya akan melakukan penyelidikan.

“Kita akan melakukan penyelidikan soal dugaan yang dilakukan oleh Kades Lara, sesuai dengan temuan adik-adik,” kata Mukhtar.

Dirinya juga meminta, agar perwakilan massa aksi dapat membantu proses penambahan data terkait pungli yang dilakukan oleh Kades Lara.

“Saya meminta kerjasamanya untuk bisa kami diberikan data terkait dugaan pungli yang dilakukan Kades Desa Lara, tanpa bukti kami tidak bisa bergerak,” pungkasnya.

Lebih jauh Mukhtar menjelaskan, persoalan pencopotan Kades Desa Lara, menjadi wewenang sepenuhnya Bupati Mamuju Tengah (Mateng).

“Pencopotan Kades menjadi wewenang Bupati. Kiranya tuntutan adik-adik dapat dibicarakan dengan Bupati, selaku pejabat yang berhak memberhentikan Kades yang menjabat,” terangnya.

Tugas dari Kepolisian, lanjut Mukhtar, membek up agar aksi tetap aman dan kondusif.

“Selebihnya kalau ada pelanggaran pidana, itu menjadi wewenang kami dari kepolisian,” kunci Mukhtar.

Seperti diketahui, ratusan warga Desa Lara, Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), menggelar aksi unjuk rasa, Rabu (5/12/2018) pagi.

Aksi yang didominasi kaum pemuda ini dipusatkan di lapangan Dusun Salubarana, depan Kantor Desa Lara, menuntut Kepala Desa Lara, Ahmad Sam, agar segera turun dari jabatannya.

Betapa tidak, warga menilai, Kades Lara selama menjabat hampir setahun dinilai hanya sebagai pajangan saja. Itu terbukti dari spanduk yang dibentangkan massa aksi dan orasi yang disampaikan oleh pendemo secara bergantian.

Massa aksi juga menilai, Pemerintahan Desa Lara selama ini cenderung tidak berjalan secara optimal dan dinilai membeda-bedakan warga dalam memberikan pelayanan.

“Ada berbagai persoalan yang terjadi di kampung kita. Hal ini tidak boleh membuat kita tutup mata. Salah satunya, Kades Lara kami anggap tidak paham dalam menjalankan pemerintahan, kemudian anggaran selama ini justru dikendalikan oleh oknum tertentu yang bukan Kepala Desa, kemudian ada dugaan pungutan liar anggaran LKMD. Hal ini tidak boleh dibiarkan,” tegas salah satu koordinator lapangan, Mastum dalam orasinya.

Jenderal lapangan, Heril Putra Ghalib dalam orasinya menegaskan, dugaan ketimpangan yang terjadi selama ini tak boleh dibiarkan lama.

“Sehingga kami mendesak agar Kades segera diproses secara hukum dan dicopot dari jabatannya karena selama ini hanya menjadi pajangan saja,” tegas Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Manakarra ini.

(usman)