Kapolsek Karossa : Jangan Cari ‘Kambing Hitam’

Gambar Kapolsek Karossa : Jangan Cari ‘Kambing Hitam’

Mapos, Mamuju – Kapolsek Karossa IPTU. Mukhtar Mahdi, membantah tegas tuduhan pengelola SPBU Karossa H. Anca di PN Mamuju bahwa ada setoran rutin per bulan ke Polsek Karossa. Menurutnya tuduhan itu tidak benar.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, H. Anca adalah saksi dari terdakwa kasus dugaan penimbunan BBM di Karossa Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Anshari Latif atau Brekele. Dari kesaksiannya, muncul fakta-fakta baru, salah satunya adalah soal setoran pihak SPBU ke Polsek Karossa.

Kapolsek Karossa, IPTU. Mukhtar Mahdi

Pernyataan H. Anca dipertegas kuasa hukum Brekele, Irwin SH, dalam jumpa pers baru-baru ini. Disebutka Irwin, sebagaimana fakta pengadilan bahwa ada setoran rutin ke Polsek Karossa sebesar Rp350 per liter untuk semua pembeliam BBM yang memakai jerigen maupun tangki modifikasi. Dan besaran setoran sudah berdasarkan kesepahaman kedua belah pihak.

“Begini, apa yang dituduhkan itu tidak benar. Saya tidak pernah tahu ada setoran dan tidak pernah ada kesepahaman demgan pengelola SPBU Karossa. Kalau pun ada setoran sebesar Rp350 per liter seperti yang dituduhkan, berarti disitulah permainan pengelola,” katanya melalui WhatsApp Massanger, Rabu (04/12/2019).

Mukhtar pun mengaku tidak pernah tahu perihal setoran-setoran lain, apalagi soal kesepakatan.

“Dan kalau dikatakan ada setoran ke setiap anggota yang piket atau mengawasi SPBU, buktikan! Melapor, bukannya mencari kambing hitam di persidangan,” tegasnya.

Terkait buku catatan setoran milik SPBU Karossaa, Mukhtar membenarkan telah disita oleh penyidik.

“Justru itu menjadi barang bukti terdakwa. Jadi tidak benar kalau buku itu tidak menjadi BB. Kami ini punya institusi dan kami punya atasan,” kuncinya.

(*)

Baca Juga