Gunakan Helikopter, Bupati Mamuju Kunjungi Wilayah Terisolir

0
183

Mapos, Mamuju – Bupati Mamuju, Hj. Sitti Sutinah Suhardi, SH, M.Si menyambangi masyarakat Desa Bela dan Desa Kopeang, Kecamatan Tapalang, Kamis (11/03/2021).

Dengan menggunakan pesawat helikopter milik TNI-AD, Sutinah bertolak dari lapangan Masjid Raya Mamuju menuju Bela-Kopeang, dua perkampungan terpencil di Kecamatan Tapalang yang terisolir karena longsor setelah gempa.

“Lokasinya memang sangat jauh dari kota. Naik turun gunung, kemudian ada banyak jurang. Juga ada beberapa longsoran parah, bahkan ada gunung yang longsor setengahnya,” kata Sutinah.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

Kunjungan hari ini dimaksudkan untuk meninjau langsung kondisi masyarakat di Bela dan Kopeang. Pasca gempa, dilaporkan terdapat 27 titik longsor di Mamuju yang mengakibatkan tertutupnya akses transportasi darat, termasuk Desa Bela dan Kopeang.

Sutinah yang didampingi Kepala Dinas PUPR, Dinas Sosial dan Dinas Perkim Mamuju menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat Desa Bela dan Desa Kopeang dalam kesempatan ini.

“Sebelum mendarat, kita melihat dari udara kondisi riil yang terjadi di Bela-Kopeang. Ternyata benar ada beberapa longsoran yang menyebabkan tertutupnya akses ke ibukota Kecamatan Tapalang,” terang Sutinah.

Sutinah kemudian menuturkan, masyarakat Bela-Kopeang menyambut antusias kedatangan Bupati Mamuju perempuan pertama tersebut. Mereka menunggu dan tidak beranjak dari tempatnya hingga Sutinah tiba. Ia mengaku tersentuh melihat respon masyarakat terhadap kedatangannya.

“Sejak masa kampanye, saya memang berjanji bahwa kalau saya diberi amanah sebagai bupati, saya akan mengunjungi tempat-tempat yang tidak sempat saya sambangi ketika kampanye. Dan alhamdulilah, di minggu kedua kami dilantik, saya bisa datang langsung di daerah yang terisolir ini. Saya sangat terharu melihat antusiasme mereka menyambut saya,” ungkapnya.

Kepada masyarakat Bela-Kopeang, Sutinah juga memberikan motivasi dan dukungan moral, bahwa kita harus bangkit setelah gempa.

Sutinah juga mengungkapkan, bahwa di Desa Bela-Kopeang dari segi bangunan perumahan sebenarnya tidak begitu banyak yang rusak, tapi kendala mereka adalah akses jalanan yang tertutup karena longsor. “Di sana juga terdapat beberapa sarana ibadah dan sekolah yang kondisinya memprihatinkan. Insya Allah tahun depan kita bisa merenovasi sekolah-sekolah di Bela-Kopeang,” harap Sutinah.

Sejak awal dilantik, Sutinah memang menitikberatkan penanganan pasca gempa sebagai salah satu program 100 Hari Pertama. Dari kunjungan ini, Sutinah mengungkapkan rasa syukur bisa bertemu langsung dengan masyarakat Bela dan Kopeang. “Mudah-mudahan saya bisa ke sana lagi dalam keadaan yang lebih baik,” pungkasnya.

(*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.