Mapos, Majene, – Mengawali tahun kerja 2026, Dinas Kesehatan Kabupaten Majene melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2PL) menggelar pertemuan rutin perdana Penanggung Jawab (PJ) Surveilans se-Kabupaten Majene, Sabtu (14/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Cafe INA, Kecamatan Sendana, ini menjadi langkah awal memperkuat sistem kewaspadaan dini terhadap potensi penyakit menular di wilayah tersebut.
Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Bidang P2PL, Fitri Andriana, SKM., MH., serta PJ Surveilans Kabupaten, Rahmat, S.Kep., Ners., M.Kes., bersama para PJ Surveilans Puskesmas dan Rumah Sakit se-Kabupaten Majene.
Dalam arahannya, Fitri Andriana menegaskan pentingnya sinergi dan konsistensi pelaporan sebagai fondasi utama sistem surveilans yang responsif.
“Deteksi cepat dan respons tepat hanya dapat terwujud jika data yang masuk akurat, lengkap, dan dilaporkan secara real-time,” ujarnya.
Agenda utama pertemuan meliputi evaluasi capaian tahun 2025 dengan memetakan wilayah berisiko tinggi berdasarkan tren kasus penyakit menular. Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar dalam menyusun strategi pencegahan dan pengendalian penyakit di awal tahun 2026.
Selain itu, forum ini juga membahas sinkronisasi sistem pelaporan dari Puskesmas dan Rumah Sakit ke Dinas Kesehatan. Optimalisasi alur data dinilai krusial guna memastikan setiap potensi kejadian luar biasa (KLB) dapat teridentifikasi sejak dini melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR).
Penguatan kesiapsiagaan wabah turut menjadi perhatian utama. Para PJ Surveilans didorong untuk meningkatkan kecepatan investigasi lapangan apabila ditemukan sinyal peningkatan kasus, sekaligus menyusun buletin SKDR mingguan sebagai bahan analisis dan rekomendasi tindak lanjut.
Rahmat menambahkan, peran aktif dan responsif para petugas surveilans di lapangan merupakan garda terdepan dalam menjaga kesehatan masyarakat.
“Surveilans bukan sekadar pelaporan, tetapi analisis, interpretasi, dan aksi cepat di lapangan,” tegasnya.
Melalui pertemuan rutin ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Majene menegaskan komitmennya dalam membangun sistem pemantauan kesehatan yang andal, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Semangat kolaborasi para pejuang data kesehatan di Puskesmas dan Rumah Sakit diharapkan mampu mewujudkan tujuan bersama: deteksi cepat, cegah tepat, demi Majene yang lebih sehat di tahun 2026.
(*)






