Mapos, Majene — Bencana angin puting beliung yang menerjang puluhan rumah warga di Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Sabtu (31/10/2026), langsung mendapat perhatian Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kabupaten Majene.
Sehari setelah kejadian, Dinas Perkimtan menurunkan personelnya ke lokasi untuk melakukan pendataan sekaligus memvalidasi jumlah rumah warga yang terdampak bencana.
Kepala Bidang Perumahan Dinas Perkimtan Kabupaten Majene, Nursalam, mengatakan dirinya mendapat instruksi langsung dari Kepala Dinas Perkimtan Majene, Syahrimayani, untuk turun ke Malunda melakukan pendataan.
“Saya langsung diperintah oleh Kepala Dinas untuk ke Malunda hari ini melakukan pendataan,” ungkap Nursalam, Ahad (1/11/2026).
Menurutnya, berdasarkan hasil pendataan sementara, jumlah rumah yang terdampak masih terus mengalami perubahan seiring proses verifikasi di lapangan.
“Data sementara ada 86 unit rumah terdampak,” ujarnya.
Namun, Nursalam menyebut angka tersebut belum menjadi data final. Sebab, proses pendataan masih berlangsung dan jumlah rumah terdampak terus diperbarui.
“Masih menunggu data valid karena masih terus berubah-ubah. Dari 80, kemudian 86 dan terakhir 92 unit,” jelasnya.
Terkait langkah penanganan terhadap rumah warga yang terdampak, Nursalam mengatakan Dinas Perkimtan akan mengupayakan agar rumah-rumah korban bencana tersebut dapat diusulkan dalam program bedah rumah tahun 2027.
“Kami akan usulkan masuk usulan bedah rumah tahun 2027,” katanya.
Meski demikian, usulan tersebut masih menunggu hasil pendataan dan verifikasi final terhadap kondisi rumah warga yang terdampak.
Nursalam berharap usulan bantuan bedah rumah bagi korban bencana angin puting beliung di Kecamatan Malunda nantinya mendapat respons dari pihak terkait, sehingga warga yang rumahnya mengalami kerusakan dapat memperoleh perhatian dan bantuan sesuai ketentuan.
(*)






