Diknasbud Sulbar Belum Memberlakukan Belajar Tatap Muka pada Januari 2021

0
676

Mapos, Mamuju – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulbar Prof Gufran Darma Dirawan, mengatakan, Pemprov Sulbar belum memberlakukan kegiatan pembelajaran tatap muka.

“Kami masih menunggu informasi dari Satgas Covid-19 Sulbar terkait perkembangan pandemi Covid,” ungkap Gufran di rujab Gubernur Sulbar, Selasa malam (29/12/2020).

Keputusannya itu diakui sudah dipertimbangkan dengan matang. Sebab dia tidak menginginkan ada klaster baru saat sekolah-sekolah dibuka kembali, seperti di provinsi lain.

Namun Gufran menyebutkan, penundaan itu akan berlangsung hingga bulan April 2021. Sebab pada saat itu, vaksin Covid sudah masuk ke Sulbar.

“Pada bulan April 2021 nanti, sebanyak 8 ribu vaksin sudah ada di Sulbar. Dan yang pertama divaksin adalah tenaga medis dan pendidik. Nanti saya dan Kadis Kesehatan yang pertama divaksin. Ini untuk membuktkkan keamanan vaksin. Dan kami berdua sudah siap dengan resiko terburuk,” tuturnya.

Kendati demikian, lanjutnya, Diknasbud Sulbar tetap akan meminta informasi dari Satgas Covid-19 Sulbar.

“Sebab sekolah di zona merah tidak boleh dibuka. Kecuali zona kuning dan hijau. Untuk zona orange, kami kembali akan pertimbangkan,” katanya.

Diungkapkan, skenario belajar saat pandemi ini pun didesain secara bergantian berdasarkan kelompok. Artinya, A masuk hari Senin, Rabu dan Jumat. Sedangkan kelompok B masuk hari Selasa, Kamis dan Sabtu.

Sekolah pun tidak boleh lebih dari pukul 15.00 Wita. Sebab setelah proses belajar mengajar, sekolah tersebut akan disemprot disinfektan.

“Dan seteleh disemprot, harus menunggu hingga 8 jam untuk steril digunakan kembali. Karena itu, kami sudah mengatur dan menghitungnya ketika belajar tatap muka nanti diberlakukan. Jadi prosesnya tetap mengacu pada protokol kesehatan,” urainya.

(*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.