Mapos, Mamuju – Penasehat Persimaju sekaligus Ketua PSSI Mamuju, Febrianto Wijaya, menyampaikan optimisme dan rasa terima kasihnya saat pelepasan tim Persimaju untuk berlaga pada Liga 4 Piala Presiden 2026 di Bantul, Yogyakarta.
Dalam sambutannya, Febrianto Wijaya mengapresiasi dukungan penuh Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), khususnya Gubernur Suhardi Duka yang telah memfasilitasi keberangkatan tim hingga bisa tampil mewakili daerah pada turnamen bergengsi tersebut.
“Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan Pak Gubernur yang sejauh ini sudah memfasilitasi kami. Piala Presiden ini memiliki nilai sejarah yang panjang dalam sepak bola Indonesia,” ujar Febrianto Wijaya.
Ia menjelaskan, Piala Presiden sebelumnya hanya diperuntukkan bagi klub Liga 1. Namun pada tahun 2026, melalui kebijakan Ketua PSSI, Erick Thohir, atas arahan Presiden Prabowo Subianto, turnamen tersebut diperluas agar dapat dinikmati seluruh provinsi di Indonesia.
“Alhamdulillah, dari 38 provinsi, Sulawesi Barat ikut menjadi peserta. Hanya ada empat provinsi yang tidak mengirim tim. Ini prestasi awal yang patut kita syukuri,” katanya.
Meski mengakui persiapan tim berjalan singkat dan masih banyak kekurangan, Febrianto Wijaya menegaskan Persimaju tidak datang hanya sekadar meramaikan kompetisi.
“Kami bukan asal berangkat saja, tetapi ingin membanggakan Mamuju dan Sulawesi Barat. Saya yakin dengan komposisi pemain dan pelatih yang ada, mudah-mudahan kita bisa berbicara banyak di sana,” ungkap Febrianto Wijaya.
Ia juga mengaku optimistis karena sebagian besar pemain yang memperkuat Persimaju merupakan talenta yang telah lama dibinanya secara pribadi.
Dalam kesempatan itu, Febrianto Wijaya turut menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan, mulai dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, Pemerintah Kabupaten Mamuju, anggota DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten, hingga sektor perbankan.
Menurutnya, dukungan tersebut sangat penting untuk membangun tim yang lebih kompetitif demi mewujudkan target promosi ke Liga 3 pada masa mendatang.
“Kalau ingin membangun tim secara ideal dan promosi ke Liga 3, tentu kami membutuhkan banyak dukungan. Tapi tidak apa-apa, hari ini kami berbuat semampunya dulu sebagai batu loncatan agar sepak bola Sulawesi Barat terus berkembang,” jelasnya.
Febrianto Wijaya juga mencontohkan perkembangan klub Como di Italia yang berhasil naik dari Serie D hingga Serie A dan kini bakal tampil di Liga Champions berkat pembinaan yang baik.
“Saya yakin Sulawesi Barat juga bisa. Walaupun sekarang masih Liga 4, pelan-pelan kita naik ke Liga 3, Liga 2, bahkan mudah-mudahan suatu saat bisa berkembang lebih besar dengan dukungan sektor pariwisata di Sulbar,” pungkas Febrianto Wijaya.
Menutup sambutannya, Febrianto Wijaya meminta doa dan dukungan masyarakat Sulawesi Barat agar Persimaju dapat tampil maksimal selama berlaga di Bantul.
“Kami mohon doa dan support dari seluruh masyarakat Sulawesi Barat. Kami ingin adik-adik di sana bertarung bukan 100 persen, tetapi 1.000 persen,” tutupnya.
(*)






