Bupati Majene Apresiasi Lomba Pidato SMP dalam Memperingati Hari Antikorupsi Nasional

  • 11 Des 2019
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 185
Gambar Bupati Majene Apresiasi Lomba Pidato SMP dalam Memperingati Hari Antikorupsi Nasional

Mapos, Majene — Bupati Majene Fahmi Massiara mengapresiasi penyelenggaraan lomba pidato SMP dan sekolah sederajat dalam memperingati Hari Antikorupsi Nasional 2019.

Lomba yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga ini digelar di Ruang Pola Kantor Bupati Majene, Rabu (11/12/2019).

Menurut Ketua Panitia Lomba, Nurdin lomba diikuti sebanyak 16 sekolah dan kriteria materi pidato harus sesuai dengan tema dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

“Tidak memuat unsur SARA  dan menyampaikan pidato secara langsung tanpa teks dengan durasi 7 hingga 8 menit,” kata Nurdin.

“Untuk kriteria penilaian, terdiri dari penampilan, meliputi ekspresi, lafal/intonasi, konten kesesuaian isi pidato dengan tema, keaslian gagasan, kreatif dan inovatif, kejelasan pengungkapan ide, termasuk adanya data/informasi yang valid. Kemudian sistematika penyampaian meliputi pembuka, isi dan penutup, adanya kalimat persuasif, pernyataan mengajak audiens untuk berperilaku positif sesuai isu yang disampaikan dan yang terakhir akurasi waktu,” tambahnya.

Sementara, Bupati Majene Fahmi Massiara sebelum membuka lomba mengatakan dirinya mengapresiasi pelaksanaan lomba.

Ia juga memotivasi para peserta agar semangat mengikuti lomba. Esensinya, kata Fahmi untuk menumbuhkan kesadaran, menjauhi dan perang kepada budaya korupsi di lingkungan masing-masing.

Terkait penindakan koruptor, sebut Fahmi pihak terkait telah menerapkan paradigma baru.

“Jika selama ini KPK lebih banyak menangkap tangan para koruptor, namun kini lebih mengarah pada pencegahan. Untuk upaya pencegahan tentu didalamnya memiliki upaya pembinaan,” tegas Fahmi.

Lebih jauh Fahmi mengaku, saat ini KPK lebih banyak melakukan pendampingan di setiap pemerintah daerah di seluruh Indonesia, khususnya dalam penertiban aset daerah dan peningkatan serapan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Jadi bukan cuma pemerintah yang korupsi, para wajib pajak juga makanya telah ditindak, baik itu para pemilik rumah makan dan lainnya,” pungkas orang nomor satu di Majene ini.

Turut hadir dalam acara Kajari Majene, Nur Surya, para guru guru perwakilan sekolah serta peserta lomba.

(ipunk)