BNNK Polman Release Hasil Kerja Tahun 2018

  • 31 Des 2018
  • Polewali
  • R Fajar Soenoe
  • 138
Gambar BNNK Polman Release Hasil Kerja Tahun 2018

Polman, Mapos – Badan Narkotika National Kabupaten Polman merealese hasil kerjanya selama tahun 2018.

Dalam releasenya BNNK Polman menyebut, dalam kurun waktu satu tahun BNNK Polewali mandar melakukan pencegahan dan pemberantasan penyalagunaan narkotika di wilayah Polewali Mandar.

Pencegahan dan pengunaan narkotika di Polewali Mandar selama tahun 2018 ini mengalami peningkatan.

BNNK berhasil mengungkap 5 kasus kejahatan narkotika selama ini yang sengat meresahkan masyarakat dengan jumlah tersangka 8 (delapan) orang dengan barang bukit shabu seberat 84 gram.

“Kedelapan tersangka ini 7 orang sudah divonis dan satu orang sementara dalam proses sidang,” ungkap Kepala BNNK Polewali Mandar Syabri Syam, S Pd. M. Si di kantornya.

Konferensi pers ini dibadiri Kasat Narkoba polres POLMAN AKP. Yan Kasmanyanto. S. SOS.
Nur ulia. S. Sos. M. Ap.
Kasi rehabilitasi BNNK Polman
Muh. Syafri Yusuf. Sip. M. Ap. Kasubag umum.
Iptu Sigit Nugroho. S. Sos dan Kasi Pemberantasan.
Sultan Sulaemon. S. Sos.

Pada pencegahan dan pemberdayaan masyarakat (P2M) BNNK Polman telah melakukan upaya peningkatan koordinasi diberbagai sektor pendidikan instansi pemerintah lembah vertikal dan swasta serta lingkungan masyarakat Polman dalam rangka upaya pencegahan peredaran di masyarakat Polman.

P2M juga aktif bersosialisasi dan melaksanakan tes urine dan bertatap muka dengan masyarakat guna menyampaikan bahaya Narkoba khususnya kepada masyarakat anak mudah yang ada di Polman, guna membangun kesadaran, kepedulian dan kemandirian masyarakat dalam membentengi diri dari pengaruh penyala gunaan Narkoba.

Selama dalam waktu satu tahun, BNNK Polman telah merehabilitasi sebanyak 21 orang penyalagunaan narkoba, baik yang rawat inap maupun rawat jalan. Empat orang yang dirujuk ke Makassar, dua yang dimasukkan ke Balai Rehabilitasi Baddoka Makassar, dua orang ke Poli Jiwa RSUD Polman.

“Para pecandu ini datang secara sukarela datang melaporkan diri untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dan ini tidak dipungut biaya (gratis),” sebut Kepala BNNK Polman.

Lebih jauh kata dia, pihaknya telah membentuk tim asesmen terpadu (TAT) terdiri dari tim hukum perwakilan dari polres polman, kejaksaan negeri Polewali, dan HAM.

Pembentukan tim asesmen ini berdasarkan peraturan bersama ketua Mahkama Agung, Menkumham, Menteri Kesehatan, Menteri Sosial, Jaksa agung, Kapolri dan Kepala BNN tahun 2014 tentang penanganan pecandu narkotika dan korban penyalagunaan narkotika.

Dengan dibentuknya tim asesmen terpadu di Kabupaten Polewali Mandar tahun 2018 .
39 orang yang tersangka telah melalui asesmen terpadu .

“33(tiga puluh toga) orang tersangka dari satuan Reserse Narkoba Polres Polman. Dua orang tersangka dari Polsek Wonomulyo, dan empat orang tersangka dari BNN kabupaten Polewali Mandar,” katanya.

Dalam asesmen, Syabri Syam menjelaskan, tidak semua kasus penyalagunaan narkotika bisa melalui asesmen terpadu.

“Ada beberapa kualifikasi bagi pelaku penyalagunaan narkotika yang terjerat hukum dan disidangkan dengan indikatornya barang bukti yaitu shabu shabu dibawah satu gram,” bebernya.

Tertangkapnya para pengedar narkoba di Polewali Mandar Sulawesi Barat, dengan barang bukti shabu-shabu seberat 84 gram, BNNK Polewali Mandar telah menyalamatkan 420 jiwa dari bahaya penyalagunaan narkotika.

(dimas)