Biro Pemkesra Matangkan Program Beasiswa bagi Mahasiswa Tidak Mampu

Mapos, Mamuju – Biro Pemkesra Setda Sulbar kini tengah mematangkan program kerja sama beasiswa bagi mahasiswa tidak mampu. Langkah ini diambil demi memastikan anak-anak daerah tetap bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang tinggi dan meraih cita-cita, meski terhalang oleh keterbatasan biaya.

Keseriusan tersebut diwujudkan melalui rapat pembahasan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang digelar secara hybrid di Ruang Rapat Kepala Biro Pemkesra pada pukul 14.00 WITA. Dipimpin langsung oleh Kepala Biro Pemkesra, pertemuan strategis ini merumuskan langkah sinergis bersama jajaran Biro Hukum, Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Universitas Terbuka (UT) Pusat, serta UT Majene.

Program beasiswa yang merujuk pada Peraturan Gubernur Nomor 3 Tahun 2026 ini merupakan komitmen nyata pemerintah dalam menekan angka kemiskinan di daerah. Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, menegaskan bahwa kemudahan akses pendidikan tinggi adalah kunci utama untuk memutus rantai kemiskinan dari akarnya. “Kita tidak ingin ada lagi anak Sulawesi Barat yang terpaksa mengubur mimpinya berkuliah hanya karena masalah biaya. Beasiswa ini adalah investasi jangka panjang kita; dengan mencetak sumber daya manusia yang terdidik dan berkualitas, kita sedang membangun fondasi kemandirian ekonomi keluarga yang lebih kuat di masa depan,” tegas Suhardi Duka.

 

Secara strategis, inisiatif penyaluran beasiswa ini diintegrasikan langsung sebagai motor penggerak Program Percepatan Penurunan Stunting dan Kemiskinan Terpadu (PASTIPADU). Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, menyoroti pentingnya keterpaduan lintas sektor, termasuk akademisi, dalam menangani permasalahan daerah. “Penyelesaian kemiskinan tidak boleh lagi dilakukan secara parsial. Melalui semangat dan filosofi PASTIPADU, kolaborasi kita dengan institusi kampus seperti Unsulbar dan UT memastikan bahwa upaya penanggulangan kemiskinan berjalan seiring dengan peningkatan mutu sumber daya manusia secara holistik,” ungkap Junda.

 

Guna merealisasikan visi tersebut, sinergi yang solid bersama pihak perguruan tinggi menjadi landasan utama agar program ini berjalan optimal dan tepat sasaran. Terkait teknis pelaksanaannya, Kepala Biro Pemkesra memastikan perlunya kehati-hatian dan transparansi dalam proses seleksi. “Kami mengawal PKS ini dengan sangat serius untuk memastikan sistem yang terbangun benar-benar transparan dan terukur. Tujuannya satu, beasiswa ini harus jatuh ke tangan mahasiswa prasejahtera yang paling membutuhkan, sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan untuk menyokong keberhasilan akademik mereka,” tutup Kepala Biro.

(*)

error: Maaf... ! Web ini di Protek yaaa...