
Mapos, Majene – Akibat intensitas hujan yang tinggi mengguyur Kecamatan Malunda dan sekitarnya pada pukul 15.30 WITA waktu setempat, dua lingkungan di kelurahan Malunda yakni Lingkungan Sekka dengan Lingkungan Banua Kecamatan Malunda Kabupaten Majene terendam banjir setinggi pinggang orang dewasa. Akibatnya, sejumlah warga yang dikepung banjir berusaha menyelamatkan diri. Selain itu, antrian kendaraan dari arah utara dan selatan tidak terhindarkan. Selasa (05/12/2017).
Salah seorang warga di lingkungan Banua Sudirman Yudhi mengatakan, terjadinya banjir ini dipicu oleh derasnya air hujan beberaoa hari ini yang mengguyur wilayah Kecamatan Malunda.
Sudirman mengatakan, debet air hujan di sungai Lombong tidak dapat menampung derasnya aliran sungai, apalagi ditambah dengan pemaksaan dibukanya pintu induk bendungan Kayuangin sehingga aliran sungai tiba – tiba meninggi dan meluap ke pemukiman warga.
”Derasnya air hujan yang mengguyur selama tiga jam lebih yang akhirnya air sungai lombong meluap hingga menghantam pemukiman warga,” tuturnya.
Dan informasi yang diterima, terpaksa pintu bendungan di buka oleh penjaga pintu yang mengakibatkan sehingga aliran sungai meninggi.
Dikatakan, dari awal semua warga tidak menyetujui dengan keberadaan bendungan irigasi Kayuangin yang hanya mengancam jiwa setiap tahun.
“Warga disini sejak awak tidak menyetujui adanya pembangunan bendungan namun tetap dipaksakan, beginilah akibatnya, perumahan warga menjadi sasaran akibat amukan air bendungan,” terangnya.
Bencana banjir yang merendam dua lingkungan itu memaksa warga menyelamatkan diri terutama yang terjebak di kebun miliknya. Banjir juga menghantam bangunan pagar sekolah SD 18 Banua hingga rata dengan tanah.
Sejumlah warga yang rumahnya terendam banjir berusaha menyelamatkan diri.
Anggota Polisi beserta TNI bersama warga terlihat saling membantu menyelamatkan warga yang terjebak banjir. Beruntung, atas kejadian ini tidak ada korban jiwa. Namun diperkirakan kerugian ditaksir ratusan juta rupiah.
Dari inforamasi yang terima bahwa ada beberapa warga yang terjebak banjir serta banyak yang kehilangan hewan ternaknya akinat banjir.
Sementara itu, wakil Bupati Majene Lukman menginstruksikan kepada pemerintah setempat, agar melakukan pendataan terhadap semua warga yang terkena dampak banjir.
(fajar sonoe)






