Majene  

Apakah Bupati Majene Peduli Lonjakan Harga Bapok Jelang Ramadan?

Bupati Majene H A Achmad Syukri Tammalele

Mapos, Majene — Bupati Majene, Andi Achmad Syukri Tammalele dicecar wartawan terkait melonjaknya harga Bahan Pokok (Bapok) jelang Ramadan di ruang kerjanya pada, Kamis 25 Pebruari 2023 lalu.

Saat dimintai keterangan, raut wajah orang nomor satu di Kabupaten Majene agak sedikit mengeryit.

“Iya ya, saya kira setiap jelang Ramadhan selalu begitu setiap tahunnya. Tapi, kita harus melihat dimana akar permasalahannya. Karena bukan cuma kita (Kabupaten Majene) yang mengalami lonjakan harga, tapi juga di daerah lain,” katanya berusaha menetralkan suasana.

Namun, lanjut dia, pihaknya akan penggil semua steakholder termasuk tim penanggulangan inflasi daerah untuk melakukan koordinasi sekaligus mencari solusi bagaimana cara supaya masyarakat tidak kesulitan mendapatkan bahan pokok seperti beras dan minyak goreng.

“Biar kita dapat menjalankan ibadah puasa dengan baik,” akunya.

Memang, lanjut Bupati Majene, kondisi perekonomian global yang tidak menentu sekarang ini melanda seluruh negara termasuk Indonesia.

“Kenaikan harga bahan pokok di pasar tentu membuat stimulus ekonomi berjalan kurang baik, maka dibutuhkan langkah pemerintah untuk menentukan kebijakan strategis supaya roda perekonomian bisa tetap bertumbuh,” terang Andi Syukri.

Dia berjanji dalam waktu dekat akan melakukan rapat koordinasi dengan tim penanggulangan inflasi daerah (TPID) untuk merumuskan langkah apa yang akan diambil pemerintah dalam mengantisipasi hal tersebut.

Dari pantauan, harga beras kepala yang tadinya kisaran Rp250 ribu persak atau 25 kg, kini naik menjadi Rp315 ribu. Sebelumnya, harga Rp250 ribu bertahan lama, lalu kemudian naik menjadi Rp275 ribu dan saat ini sampai sudah menyentuh harga Rp315 ribu bahkan ada pedagang yang menjual hingga Rp330 ribu persak.

Salah seorang ibu rumah tangga di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Majene, Minggu (26/2/2023) mengatakan, hanya membeli bumbu dapur saja untuk kebutuhan keluarga kecilnya sudah habis Rp60 ribu.

“Belum beli ikan. Ikan sebesar jari telunjuk orang dewasa sudah menyentuh harga Rp1.100,- perekor. Jika ditimbang, bisa mencapai harga Rp70 ribu perkilogram,” keluh warga yang mengaku bernama Nur.

(*)

error: Maaf... ! Web ini di Protek yaaa...