Mapos, Majene – Kapolres Majene AKBP Asri Effendy menilai, sejumlah kendala yang dihadapi polisi dilapangan tentang berlalulintas lantaran masih kurangnya kesadaran masyarakat dalam berkendara. Akibatnya, angka kecelakaan menaik.
Hal ini terungkap saat jajaran Polres Majene didatangi oleh tim penilai kawasan tertib lalulintas (KTL) Selasa (27/2/2018).
Dalam sambutannya Asri Effendy tak lupa menyampaikan selamat datang kepada tim penilai KTL ke Kabupaten Majene.
Di hadapan tim, Asri Effendy menyampaikan sejumlah permasalahan yang ditemukan aggota polisi saat dilapangan, seperti masih kurangnya kesadaran masyarakat dalam taat berlalu lintas, sehingga meningkatkan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Majene.
Selain kurangnya kesadaran berlalulintas, Asri Effendy juga memaparkan beberapa kondisi KTL seperti lampu merah di sejumlah perempatan tidak nyala.
“Hidup segan mati tak mau. Di luar itu juga kondisi longsor supaya dicarikan solusinya. Mereka berupaya akan menyampaikan kepada pimpinan di pusat untuk segera dicarikan solusi. Demikian tadi tanggapan mereka saat saya sampaikan keluhan-keluhan yang ada di Kabupaten Majene,” ungkap orang nomor satu di jajaran Polres Majene ini.
Terkait KTL lanjut Asri Effendy, pihaknya akan kampanyekan lagi agar masyarakat tahu tentang KTL di Majene dan penertibannya sehingga minimal di area KTL akan lebih tertib dibandingkan daerah non KTL.
Asri Berharap dengan adanya KTL akan membuat masyarakat lebih sadar lagi dalam berkendara terutama menggunakan helm pengaman bagi pengguna roda dua, baik yang membonceng maupun yang dibonceng.
Tim yang tiba di Mapolres Majene sekitar pukul pukul 11.00 WITA pagi tadi antara lain, rombongan dari Korlantas Mabes Polri yang dipimpin oleh Kombespol Rudi Antariksawan, pihak Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, dan Dit Lantas Polda Sulbar selanjutnya meninjau pos KTL di pusat pertokoan Majene dan beberapa titik-titik lainnya.
(arfan)






