Mapos, Mamuju – Fungsional Ahli Madya Biro Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Sulawesi Barat, Faisal, S.Pd.I., MM, secara resmi membuka kegiatan “Workshop Pembinaan Mental dan Spiritual Bagi Pemuda dan Remaja Masjid Tahun 2026”. Acara yang berlangsung selama tiga hari ini dipusatkan di Hotel Shanum Mamuju dan diikuti sebanyak 60 orang peserta.
Peserta tersebut merupakan perwakilan dari berbagai lembaga, organisasi kepemudaan Islam, serta pengurus dan anggota Remaja Masjid yang tersebar di wilayah Kabupaten Mamuju, termasuk perwakilan dari Prima DMI Sulbar.
Faisal hadir mewakili Kepala Biro Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Sulawesi Barat, Murdanil. Kehadirannya sekaligus menegaskan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terhadap upaya penguatan karakter, spiritualitas, dan kesehatan mental generasi muda, khususnya yang tergabung dalam wadah remaja masjid.
Saat membacakan sambutan Kepala Biro, Faisal menyampaikan bahwa pemuda dan remaja masjid memiliki peran yang sangat strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan kerukunan di tengah masyarakat.
“Pemuda masjid harus mampu menjadi motor penggerak dan teladan yang baik. Melalui workshop ini, kita berharap para peserta dapat memperkuat akidah, mengelola emosi dengan baik, serta memiliki ketahanan mental yang tangguh dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks,” ujar Faisal.
Lebih lanjut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat berkomitmen untuk terus mendukung program-program pembinaan generasi muda yang bersifat positif dan konstruktif. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, pengurus masjid, dan organisasi kepemudaan Islam sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembangnya generasi berakhlak mulia.
Workshop ini dirancang tidak hanya sebagai ajang transfer ilmu, tetapi juga sebagai wadah silaturahmi dan berbagi pengalaman antar remaja masjid. Diharapkan, para peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang didapatkan di lingkungan masing-masing, sehingga memberikan dampak nyata bagi kemajuan daerah dan masyarakat.
(*)






