MAJENE, MAPOS — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMP Negeri 2 Majene tidak sekadar menjadi agenda tahunan. Momentum keagamaan tersebut dimanfaatkan untuk mengingatkan pentingnya pendidikan karakter dan akhlak di tengah tuntutan pendidikan yang tidak hanya mengejar prestasi akademik.
Bupati Majene, H. Andi Achmad Syukri, didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Majene, Hj. A. Najmah B Fattah, menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Keluarga Besar SMPN 2 Majene, Senin (21/9/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Komisi III DPRD Majene Jasman, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Majene Hj. Najibah B Fattah, Camat Banggae Timur H. Andi Fikri, jajaran komite sekolah, orang tua siswa, para guru serta keluarga besar SMPN 2 Majene.
Dalam sambutannya, Bupati memberikan apresiasi kepada Kepala SMPN 2 Majene, Hj. Asmirah, beserta seluruh keluarga besar sekolah yang secara rutin melaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Menurutnya, Maulid harus dimaknai lebih dari sekadar kegiatan seremonial. Keteladanan Rasulullah SAW, kata Bupati, perlu diterjemahkan dalam perilaku nyata para siswa, terutama dalam membangun karakter yang berakhlak, disiplin, peduli dan mampu menjaga kebersamaan.
“Keteladanan Nabi Muhammad SAW hendaknya menjadi pedoman bagi anak-anak kita dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, lingkungan keluarga maupun di tengah masyarakat,” demikian pesan yang disampaikan Bupati.
Ia berharap kegiatan keagamaan di lingkungan sekolah terus dipertahankan dan dikembangkan. Sebab, pendidikan menurutnya tidak cukup hanya menghasilkan siswa yang berprestasi secara akademik, tetapi juga harus membentuk generasi yang memiliki karakter dan landasan nilai keagamaan.
Peringatan Maulid tahun ini juga tidak berhenti pada ceramah dan kegiatan keagamaan. Keluarga Besar SMPN 2 Majene turut menggelar lomba azan dan ceramah yang melibatkan para siswa.
Rangkaian tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk tampil, belajar percaya diri sekaligus mengasah kemampuan keagamaan mereka.
Dengan demikian, peringatan Maulid di SMPN 2 Majene diharapkan tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pendidikan karakter yang berlangsung secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.
(*)






