Mapos, Majene — Kemarau panjang yang masih melanda Kabupaten Majene mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majene bersama sejumlah lembaga keagamaan menggelar Salat Istisqa, Senin (14/9/2026).
Salat Istisqa yang digelar di Lapangan Pendopo Rumah Jabatan Bupati Majene tersebut menjadi ikhtiar spiritual di tengah kondisi kemarau yang membuat masyarakat semakin berharap turunnya hujan.
Kegiatan ini terlaksana atas kerja sama Pemkab Majene, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Majene.
Bupati Majene H. A. Achmad Syukri bersama Wakil Bupati Majene Hj. Andi Rita Mariani turut hadir dalam pelaksanaan Salat Istisqa tersebut. Hadir pula Sekretaris Daerah Majene H. Ardiansyah, Kepala Kejaksaan Negeri Majene, Pasi Pers Kodim 1401/Majene, Ketua MUI, Ketua Pengadilan Agama, Kepala Kementerian Agama, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Majene, jajaran pejabat Pemkab Majene, tokoh agama serta masyarakat.
Salat Istisqa digelar sebagai bentuk penghambaan sekaligus permohonan kepada Allah SWT agar hujan segera diturunkan untuk mengakhiri kemarau yang berkepanjangan.
Di tengah kondisi tersebut, doa dan ikhtiar menjadi bagian penting dari upaya menghadapi dampak kemarau.
Masyarakat berharap hujan tidak sekadar turun sesaat, tetapi mampu memulihkan sumber-sumber air dan meringankan beban warga yang terdampak kekeringan.
Salat Istisqa juga menjadi pengingat bahwa persoalan kemarau tidak hanya membutuhkan pendekatan spiritual, tetapi juga kesiapan pemerintah dalam mengantisipasi dampaknya, terutama menyangkut ketersediaan air bersih, kebutuhan masyarakat serta potensi kebakaran lahan dan hutan.
Dengan dilaksanakannya Salat Istisqa, Pemkab Majene dan masyarakat menitipkan harapan kepada Allah SWT agar langit segera kembali menurunkan hujan dan kemarau panjang yang melanda daerah itu segera berakhir.
(*)






