Majene  

Wamen Pertanian RI akan Melakukan Kunjungan Kerja ke Majene

Wamen Pertanian RI akan Melakukan Kunjungan Kerja ke Majene

Mapos, Majene — Wakil Menteri (Wamen) Pertanian RI, Harvick Hasnul Qolbi dipastikan akan berkunjung ke Kabupaten Majene pada 24 Januari 2023 mendatang.

Hal ini ditegaskan oleh Pj Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Majene, Muhammad Syafei, Jum’at (20/1/2023).

Wamen Pertanian RI akan Melakukan Kunjungan Kerja ke Majene

Dikatakan, kehadiran Wamen Pertanian RI di Kabupaten Majene diharapkan dapat menjadi stimulan bagi masyarakat petani.

“Banyak manfaat yang akan dirasakan oleh masyarakat petani kita. Termasuk, usulan memasukkan program pertanian yang bersumber dari APBN,” ucap Muhammad Syafei.

Menurutnya, salah satu titik lokus yang akan dikunjungi Wamen adalah, Kelompok Tani Angguni di Galung Pa’ara, Desa Pambo’borang, Kecamatan Banggae.

“Kita arahkan ke lokasi tersebut karena di wilayah itu oleh petani setempat tengah melakukan penanaman bawang merah,” sebut Muhammad Syafei usai meninjau lokasi pagi tadi.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Angguni, Abd Gafur mengatakan, pihaknya sangat siap menerima kunjungan Wamen Pertanian RI lantaran tanah pertanian hasil garapannya bersama masyarakat dan pemuda setempat dapat diandalkan.

“Kami sangat bersyukur mengelola tanaman di wilayah kami karena selain menambah penghasilan masyarakat, juga memberi ruang penghasilan bagi kalangan anak muda,” katanya.

Dia mengaku, area pertanian yang dia kelola saat ini mencapai 5 hektar lebih, sedangkan untuk areal pertanian di sekitaran atau di Galung Pa’ara mencapai 50an hektar.

“Hanya saja yang dikelola oleh 6 kelompok tani di daerah ini, baru mencapai 30an hektar,” terangnya.

Disinggung soal berapa jumlah produksi bawang merah yang dihasilkan oleh petaninya, Abd Gafur menjelaskan, 1 banding 12.

“Pada panen perdana kemarin atau di tahun 2022, saya pernah menanam benih bawang merah 1 kuintal, hasilnya mencapai 1,2 ton. Artinya, boleh dikata lumayanlah. Tinggal bagaimana pemerintah mengintervensi kegiatan saja sebab sumber daya manusia maupun sumber daya alam sudah cukup memadai dan ditambah lagi dengan lokasi tanam yang berada diketinggian mencapai 288 meter dari permukaan laut sangat memungkinkan untuk budi daya tanaman holtikultura,” beber Abd Gafur.

Dia minta supaya masyarakat Majene dapat memanfaatkan lahan tidur menjadi lahan produktif.

“Di daerah ini tadinya hanya ditanami ubi kayu atau singkong dan tanaman anggur hutan. Kini setelah diolah sedemikian rupa justru menjadi lahan produktif yang cukup menjanjikan. Bayangkan saja, kalau setiap 3 bulan kita bisa panen dan sekali panen mencapai puluhan ton, kan hasilnya lumayan. Kalah jauh dari hasil kerja proyek penunjukan dari Pemerintah,” pungkasnya.

(*)