Wakil Ketua DPRD Sulbar, Abd. Rahim Pimpin Rapat Pansus Gambungan

0
167

Mapos, Mamuju – Rapat Pansus Gabungan DPRD Sulbar dengan menghadirkan seluruh stake holder, atau pemangku kebijakan yang ada di beberapa OPD dan tergabung dalam Satgas Penanggulangan pasca gempa yang memporak-porandakan Mamuju dan Majene tanggal 15 januari lalu. Rapat Pansus gabungan ini dilaksanakan dibawah tenda darurat halaman kantor DPRD Sulbar, Rabu (3/3-2021).

Rapat Pansus gabungan ini dihadiri sejumlah anggota DPRD Sulbar khususnya yang tergabung dalam panitia Pansus. Hadir pula Dandim Mamuju dan Majene dan sejumlah personil jajaran TNI, Muh. Natsir, Asisten I Pemprov Sulbar selaku perwakilan eksekutif, ketua dan beberapa anggota Sulbar bergerak.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

Dalam mengawali pengantarnya, Abd. Rahim meyampaikan, dalam rangka pengawasan dan untuk memastikan seluruh kerja kita dalam penaganan pasca bencana gempa, agar mampu berjalan dengan baik dan cepat sesuai harapan kita semua sebagaimana juga tuntutan saudara-saudara kita dari Sulbar bergerak selaku inisiator kegiatan ini.

“Apa yang telah diperjuangkan kawan-kawan kita dari Sulbar bergerak merupakan ungkapan rasa prihatin, sebagai bukti kepedulian, panggilan hati nurani apa yang dialami saudara-saudara kita yang sangat terdampak gempa 15 januari lalu, terutama masyarakat yang berada di daerah pegunungan, yang tempat domisilinya terisolasi karena akses menuju daerah tersebut tertimbun longsor dan sampai saat ini belum bisa dijangkau dengan kendaraan” tutur Abdn Rahim, legislator DPRD Sulbar dari Partai Nasdem.

Lebih lanjut Abd. Rahim, apa yang menjadi tuntutan, apa yang disuarakan kawan-kawan dari Sulbar bergerak ini sebanyak 13 poin pada pertemuan pertama kami tanggal 17 pebruari lalu, tiada lain untuk memastikan kerja kita di lembaga Legislatif agar masyarakat kita yang masih dalam situasi memprihatinkan, terutama di daerah pegunungan segera mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Hasil dari pertemuan pansus gabungan ini nantinya akan menjadi rumusan dan keputusan serta tertuang dalam rekomendasi hasil kerja 3 pansus yang telah kita bentuk. Selanjutnya segera kami akan teruskan ke pihak pemerintah Sulawesi Barat.

“Apa yang telah kita lakukan, apa yang sedan kita laksanakan dan apa yang akan segera kita buat diharapkan dapat kita sampaikan secara terbuka, jujur dan transparan agar kita bisa memformulasi rumusan, kebijakan strategis bahwa apapun yang kita kerjakan dan akan kita lakukan merupakan semuanya untuk kepentingan hak-hak masyarakat yang masih sangat terdampak gempa” Jelas Abd Rahim yang juga Wakil Ketua DPRD Sulbar.

Dikesempatan yang sama, juru bicara Sulbar bergerak dengan lantang menuturkan, ada fakta impirit yang terjadi saat ini, kalau saat ini kt menggelar rapat di bawah tenda darurat, kalau masyarakat yang ada di Mamuju ini masih banyak yang tidur di dalam tenda depan rumahnya ataupu tidur di teras rumah, lantas bagaimana nasib saudara-kita di aholeng, di kabiraan dan masyarakat yang tinggal di daerah yang masih terisolasi hingga saat ini, rumahnya tidak bisa lagi mereka diami dan minta direlokasi, bagaiman jaminan hidup mereka selanjutnya. Dari 13 poin tuntutan kami, hingga saat ini satupun belum ada yang terealisasi. Masyarakat kita yang ada di daerah pegunungan agar sesegera mungkin mendalat perhatian pemerintah, itu menjadi poin penting yang perlu kita fikirkan bersama-saat ini.

“Apa yang sudah disuarakan juru bicara Sulbar bergerak segera akan menjadi catatan penting OPD tekhnis yang jadi bahagian langsung, bagian integral Satgas yang sudah dibentuk agar ini bisa dicermati dengan saksama,” pungkas Abd. Rahim, Legislator handal DPRD Sulbar asal dapil Polman.

(*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.