Wahyuddin : Tujuan LKMM Mewujudkan Mahasiswa ‘Anarkis’

  • 13 Mar 2019
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 432
Gambar Wahyuddin : Tujuan LKMM Mewujudkan Mahasiswa ‘Anarkis’

Mapos, Majene – Menjawab tantangan global kedepan, mahasiswa dituntut untuk terus mengasah diri, baik dari segi intelektual maupun analisis, kritis dan sistematis (Anarkis).

Hal ini dikemukakan oleh Ketua Lembaga Kajian Mahasiswa Majene (LKMM), Wahyuddin dalam Camp Intellectual yang dilaksanakan dari tanggal 12 hingga 18 Maret 2019 mendatang, Rabu (13/3/2019).

Tujuan diadakan Camp Intellectual katanya, adalah untuk membentuk militansi LKMM dalam menjawab tantangan global.

“Karena para kader LKMM berkata bahwa kegiatan Camp Intellectual ini memberikan banyak manfaat untuk membetengi diri ketika berdiskusi dan berdialog sama orang-orang hebat. Forum seperti inilah yang kemudian menjadi wadah belajar bagi setiap kader LKMM untuk menggapai cita-cita masa depan,” katanya.

Lebih jauh dikatakan, target kegiatan itu untuk mewujudkan mahasiswa yang ‘Anarkis’ yang kemudian bagaimana menumbuhkan budaya membaca untuk melahirkan regenerasi lebih baik kedepan.

Sementara itu Pendiri LKMM – Muhammad Naim berharap kegiatan Camp Intellectual dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan karena sangat berdampak positif bagi perkembangan intelektual mahasiswa.

“Saya berpandangan bahwa kegiatan yang dilaksanakan adik-adik di LKMM sangat baik dilaksanakan, apalagi bisa secara continue disetiap bulannya. Kalau tidak bisa setiap bulan, 1 kalilah dalam setahun. Karena saya juga berpandangan bahwa hal ini tidaklah bertentangan pada tujuan LKMM dan dasar-dasar berdirinya LKMM. Justru kegiatan ini merupakan salah satu hal untuk sampai pada tujuan LKMM yang berdiri di Majene pada tanggal 21 September 2016. Dan saya pun berharap adik-adik atau kader LKMM tetap menjaga sinergitas dalam menjalankan peran dalam berlembaga,” tutur Muhammad Naim.

Terpisah, Coster yang juga Ketua Bidang Seni LKMM – Fauzan Azima mengatakan, kegiatan ini terlaksana karena mlihat realitas yang terjadi di dunia mahasiswa khususnya mahasiswa Majene.

“Yakni kita mencoba melestarikan budaya mahasiswa. Seperti kajian, debat kusir, diskusi, literasi, baca buku, bedah buku dan yang lebih penting adalah untuk membangun kembali jiwa militansi, solidaritas, loyalitas dan juga intelektual,” tandasnya.

(ipunk)

caleg sulbar no 23
caleg sulbar no 27
caleg sulbar no 39
caleg sulbar no 42