Waduh, Ternyata Anggaran Gaji Tenaga Kontrak Itu Minus

0
16

Mapos, Mamuju – Kepala BPKAD Mamuju Budianto,, mengungkapkan, kondisi anggaran tidak memungkinkan membayar gaji tenaga kontrak yang tertunda sejak April 2020.

“Kalau kita mau bayarkan dari Juni-Desember kita butuh anggaran Rp 22 miliar lebih, sementara DBH yang turun dari provinsi hanya Rp 8,1 miliar. Tapi yang bisa digunakan untuk membayar gaji tenaga kontrak hanya Rp 4,2 miliar,” jelasnya, Senin (07/12/2020).

Dikatakan, saat ini pihaknya hanya bisa upayakan untuk membayarkan gaji tenaga kontrak selama tiga bulan, Juni-September 2020. Itu pun anggarannya tetap kurang.

“Kalau mau dibayarkan Juni-September kita butuh anggaran kurang lebih Rp 10 miliar,” tuturnya.

Sebelumnya, Bupati Mamuju, Habsi Wahid, bersama Wakilnya, Irwan SP Pababari, kembali berkantor pasca menjalani masa cuti kampanye 71 hari atau sejak Oktober 2020, Senin (7/12/2020).

Di hari pertama berkantor, Habsi Wahid langsung perintahkan gaji 6.000 lebih tenaga kontrak untuk dibayarkan setelah tertunda sejak Juni 2020.

“Kami berharap gaji tenaga kontrak tidak menjadi polemik lagi. Makanya hari ini saya perintahkan untuk mulai dibayarkan,” katanya.

Dia mengatakan, sudah memerintahkan kepala BPKAD untuk mulai membayarkan hari ini.

(*)

 

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.