Oleh : Hajrul Malik
Tenaga Ahli Gubernur Sulawesi Barat
Mapos, PEMEBERITAAN tentang Humaira dan Umar menyentuh sisi kemanusiaan kita semua. Dua anak yang harus menjalani hari-hari dalam keterbatasan, ditinggal orang tua, dan bertahan di rumah yang belum layak huni—ini bukan sekadar cerita, tetapi panggilan nurani.
Kita patut memberikan apresiasi kepada petugas BAZNAS yang telah turun langsung memberikan bantuan. Tidak hanya itu, respon cepat juga ditunjukkan oleh pemerintah setempat. Kepala Kelurahan Galung bersama Babinsa dan Kepala Lingkungan Petakeang telah mendatangi langsung lokasi untuk memastikan kondisi anak dan tempat tinggalnya, serta akan segera mengoordinasikan penanganan dengan dinas terkait.
Dari informasi yang diterima, kondisi ini berawal dari persoalan keluarga. Orang tua mereka telah berpisah, ayahnya harus merantau ke Kalimantan demi mencari nafkah, sementara ibunya kembali ke kampung halaman dengan adiknya. Situasi ini terjadi sangat cepat—bahkan sehari setelah sang ayah berangkat, kondisi anak-anak tersebut sudah menjadi perhatian publik.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat saat ini juga sedang melakukan langkah-langkah ekstra dalam menurunkan angka kemiskinan, termasuk penanganan kemiskinan ekstrem. Memang masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, namun pemerintah tetap hadir dengan seluruh instrumen yang dimiliki, meskipun dalam berbagai keterbatasan.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, pekan lalu Pemprov Sulbar telah mencapai kesepakatan dengan Kementerian Sosial untuk intervensi kemiskinan ekstrem secara bertahap melalui pendekatan berbasis desil 1–3 serta kriteria lainnya, dengan dukungan bantuan sebesar Rp5 juta per kepala keluarga.
Namun demikian, kondisi Humaira dan Umar mengingatkan kita bahwa persoalan ini belum selesai. Fakta bahwa mereka tetap kembali ke rumahnya setiap malam menunjukkan bahwa yang dibutuhkan bukan hanya bantuan sesaat, tetapi perhatian berkelanjutan—perlindungan, pendampingan, dan solusi jangka panjang.
Mari kita jadikan ini sebagai momentum memperkuat kepedulian sosial dan kolaborasi semua pihak. Karena pada akhirnya, memastikan masa depan anak-anak seperti mereka adalah tanggung jawab kita bersama.
#SulbarPeduli #PerlindunganAnak #Tapalang #PengentasanKemiskinan#SulbarPeduli #PerlindunganAnak #Tapalang #PengentasanKemiskinan
(*)






